Menjual ThinkPad X200

Akhirnya saya memutuskan untuk move on dari ThinkPad X200 [1] ~3 bulan yang lalu. Walaupun sudah move on, baru Jumat kemarin saya benar-benar melepas kepergian mesin tersebut dengan menjualnya ke toko P yang sebelumnya telah melakukan servis dan tak berhasil.

Saat saya mengambil X200 dari tempat servis setelah toko P menyatakan belum bisa memperbaiki, saya mencari motherboard di pasar-pasar daring semacam Tokopedia dan juga toko-toko lokal yang menjual ThinkPad. Survei kecil saya mengatakan bahwa kisaran harga motherboard ThinkPad bekas sekitar 600 ribu rupiah, hal ini sesuai dengan pernyataan harga sebuah toko lokal yang memiliki ThinkPad X201 dan menyatakan mau mencoba mengganti motherboard mati pada X200 saya [2].

Waktu berlalu dan saya punya keinginan untuk menjualnya per komponen saja, misal memori, diska, baterai. Saat akan mencoba menjual memori 2GB ke toko P, saya ditanya mengenai keberadaan X200 dan ditawari bagaimana kalau dijual saja gelondongan. Waktu itu diberi tawaran <500 ribu rupiah. Setelah sekian lama akhirnya saya tekadkan hati menyiapkan X200 kemudian dibawa ke toko tersebut dan menerima tawaran 450 ribu rupiah [3].

[1] Saya pindah ke ThinkPad X250.
[2] Saat itu saya masih pikir-pikir.
[2] Setelah melewati proses tawar-menawar yang cukup.

Iklan

Sebulan Tanpa Tulisan

Waktu begitu cepat berlalu, tak terasa satu bulan terlewat tanpa satupun tulisan di blog ini. Alhamdulillah, semoga saya selalu menjadi hamba yang bersyukur karena hingga saat ini saya masih diberikan umur. Secara ringkas, tidak ada yang spesial dalam bulan Oktober lalu, hanya aktivitas rutin disertai dengan impian-impian yang masih menggelayut di kepala.

Yuk buat resolusi untuk bulan November ini. Kata orang, harapan yang dibagikan bisa memberikan dorongan dari luar untuk kita agar tetap mencapai harapan tersebut. Mari kita mulai dengan harapan yang pertama. Saya berharap dapat mengurus administrasi di kampus terkait dengan jabatan saya sebagai dosen.

Kedua, saya berharap dapat menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan saya yang tertunda di kampus. Ketiga, saya berharap dapat memulai studi doktoral secara informal hari ini. Walau belum secara formal melakukan studi, saya pikir bagus untuk langsung memulainya, seperti rencana saya sebelumnya. Tantangan: meluangkan waktu dan disiplin, serta seimbang.

To-do Akhir September 2017

Apa kabar pembaca blog sekalian? Semoga semua dalam keadaan baik dan sehat. Kali ini saya akan menuliskan beberapa pekerjaan yang perlu dilakukan minggu depan *nggaya bener*. Saya berharap tulisan ini dapat menjadi penanda untuk kegiatan di bulan-bulan ke depan, selain untuk mengisi kekosongan di blog ini :D

Pertama, mempersiapkan presentasi riset pada tanggal 27 September 2017. Seorang profesor dari NAIST akan datang ke jurusan dan saya adalah salah satu orang yang diberi kesempatan untuk melakukan presentasi terkait dengan riset saya. Rencananya saya akan coba presentasikan proposal riset doktoral saya, walaupun mungkin tak begitu nyambung dengan riset profesor tersebut :D

Kedua, mengirimkan makalah maksimal 6 halaman ke SIET 2017 pada tanggal 29 September 2017. Abstrak yang sebelumnya dikirim dinyatakan diterima dan peserta diminta untuk mengirim makalah agar selanjutnya dapat dilakukan proses tinjauan sejawat atau peer review. Saya insyaallah akan mempresentasikan makalah tentang desain lapis utama dengan menggunakan topologi segitiga dan protokol OSPF untuk mendukung ketersediaan tinggi pada jaringan kampus. Ketiga, mengirimkan CV yang sudah dimutakhirkan termasuk tambahan dua makalah di daftar publikasi untuk syarat beasiswa di universitas yang saya tuju. Tenggatnya 30 September 2017.