Sebulan Tanpa Tulisan

Waktu begitu cepat berlalu, tak terasa satu bulan terlewat tanpa satupun tulisan di blog ini. Alhamdulillah, semoga saya selalu menjadi hamba yang bersyukur karena hingga saat ini saya masih diberikan umur. Secara ringkas, tidak ada yang spesial dalam bulan Oktober lalu, hanya aktivitas rutin disertai dengan impian-impian yang masih menggelayut di kepala.

Yuk buat resolusi untuk bulan November ini. Kata orang, harapan yang dibagikan bisa memberikan dorongan dari luar untuk kita agar tetap mencapai harapan tersebut. Mari kita mulai dengan harapan yang pertama. Saya berharap dapat mengurus administrasi di kampus terkait dengan jabatan saya sebagai dosen.

Kedua, saya berharap dapat menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan saya yang tertunda di kampus. Ketiga, saya berharap dapat memulai studi doktoral secara informal hari ini. Walau belum secara formal melakukan studi, saya pikir bagus untuk langsung memulainya, seperti rencana saya sebelumnya. Tantangan: meluangkan waktu dan disiplin, serta seimbang.

Iklan

To-do Akhir September 2017

Apa kabar pembaca blog sekalian? Semoga semua dalam keadaan baik dan sehat. Kali ini saya akan menuliskan beberapa pekerjaan yang perlu dilakukan minggu depan *nggaya bener*. Saya berharap tulisan ini dapat menjadi penanda untuk kegiatan di bulan-bulan ke depan, selain untuk mengisi kekosongan di blog ini :D

Pertama, mempersiapkan presentasi riset pada tanggal 27 September 2017. Seorang profesor dari NAIST akan datang ke jurusan dan saya adalah salah satu orang yang diberi kesempatan untuk melakukan presentasi terkait dengan riset saya. Rencananya saya akan coba presentasikan proposal riset doktoral saya, walaupun mungkin tak begitu nyambung dengan riset profesor tersebut :D

Kedua, mengirimkan makalah maksimal 6 halaman ke SIET 2017 pada tanggal 29 September 2017. Abstrak yang sebelumnya dikirim dinyatakan diterima dan peserta diminta untuk mengirim makalah agar selanjutnya dapat dilakukan proses tinjauan sejawat atau peer review. Saya insyaallah akan mempresentasikan makalah tentang desain lapis utama dengan menggunakan topologi segitiga dan protokol OSPF untuk mendukung ketersediaan tinggi pada jaringan kampus. Ketiga, mengirimkan CV yang sudah dimutakhirkan termasuk tambahan dua makalah di daftar publikasi untuk syarat beasiswa di universitas yang saya tuju. Tenggatnya 30 September 2017.

BUDI-LN 2017: Belum Sukses

Alhamdulillah dari tiga tahap seleksi Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Luar Negeri atau BUDI-LN di tahun 2017 ini saya hanya sampai di tahap kedua. Tahap pertama adalah seleksi administrasi/dokumen, kedua penilaian secara daring (psikometri), dan ketiga wawancara. Sebagai catatan, kuota BUDI-LN untuk tahun 2017 berjumlah 50, berbeda dengan 2016 yaitu 300.

Kalau dilihat dari ujian untuk tahap kedua dapat dikatakan mudah tidak susah. Peserta hanya diminta masuk ke aplikasi web kemudian mengerjakan soal-soal psikometri dan bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Intinya kerjakan sesuai dengan diri masing-masing orang dan jujur. Hasil dari ujian ini adalah cerminan peserta, jadi ya cocok-cocokan antara kebutuhan penyelenggara dan hasil untuk tiap peserta. Mungkin :D

Saya berencana akan mendaftar lagi beasiswa ini pada gelombang/tahun selanjutnya insyaallah [1]. Surat penerimaan dari kampus tujuan saat mendaftar BUDI-LN memang sudah mundur jadi tahun 2018, tinggal dipakai lagi. Beberapa hal yang menjadi catatan saya untuk saya perbaiki/lakukan untuk persiapan pendaftaran selanjutnya di antara persyaratan yang lain adalah sebagai berikut.

  • Dokumen: Letter of Motivation, rencana studi, esai “Kontribusiku untuk Indonesia” dan “Sukses Terbesar dalam Hidupku”.
  • IELTS: ikut pelatihan bahasa Inggris dan ujian lagi karena hasil yang sekarang akan kedaluwarsa bulan Februari 2018.
  • Kesehatan: istirahat yang cukup dan seimbang dalam hidup.

[1] Plus beasiswa-beasiswa lain ;-)