Arsip Kategori: Edu

Idulfitri 1436 Hijriah

Idulfitri 1436 Hijriah dilewati dengan gembira. Alhamdulillah. Tahun ini saya melewatkannya di tempat kelahiran istri. Kurang lebih dua hari sebelum Idulfitri, kami sudah sampai. Aktivitas setelah itu dilakukan seperti biasa, hanyasanya saya lebih banyak dan berusaha untuk berinteraksi dengan keluarga dan tetangga, serta mengenal lingkungan sekitar.

Pagi dilewati dengan duduk di depan rumah, kemudian pergi ke sawah untuk melihat hijaunya padi yang belum menguning juga burung-burung putih di sana. Saya melakukannya dengan istri dan anak. Sekali waktu kami agak sore pergi mengantar titipan orang rumah ke beberapa saudara. Satu di antaranya tidak ada di rumah, sehingga kami pergi menuju masjid di sebuah perusahaan BUMN untuk menemui beliau.

Pembicaraan ringan seperti biasa, namun muncul pertanyaan tentang rencana saya untuk sekolah. Ternyata berita telah tersebar minimal di keluarga dekat. Saya agak malu karena merasa belum pasti berangkat. Alasan orang tua disebutkan untuk mendapatkan dukungan doa dari semua. Sempat ada pertanyaan, “Kenapa tidak di sini saja?”. Saya dikira pergi untuk bekerja, dan saya coba jelaskan bahwa saya insyaallah pergi sekolah, dan bidang serta pembimbingnya ada di universitas di kota itu.

Baca lebih lanjut

Matinya ThinkPad X200

Dua hari setelah kiriman terakhir di blog ini, saya mendapatkan kejutan berupa matinya ThinkPad X200. Kejadiannya, kopi tumpah ke meja dan X200 mendapatkan sedikit cipratan. Saya pede dan tidak mematikannya langsung. Dalam beberapa menit barulah mesin mati dan tidak bisa dinyalakan. Alhamdulillah ‘ala kulli hal.

Ada dua kemungkinan kenapa X200 mati, pertama karena umur [1] dan kedua karena setetes air kopi yang masuk dari sela-sela samping/depan laptop [2]. Apapun penyebabnya, motherboard X200 mati. Saya membawanya esok paginya ke tempat servis laptop yang biasa menerima ThinkPad [3] setelah mengantar Ibu ke stasiun. Kata Ibu, “Ada-ada saja mau lebaran”. Alhamdulillah.

Saat itu belum libur/cuti bersama dan masih ada dua hari kerja dengan tiga kelas. Saya kemudian langsung terpikir untuk memakai Raspberry Pi 2 (Raspi) yang saat itu di atas lemari dan terhubung ke WiFi AP. Raspi ini digunakan untuk memainkan audio kajian dan alquran yang dapat dikendalikan oleh ponsel serta komputer. Sementara setop dulu ya. Saya pasang lingkungan destop Xfce dan aplikasi Xpdf di Raspbian, yang kemudian saya tenteng ke kelas dengan dilengkapi papan tik/mous nirkabel dan konverter HDMI ke VGA. Tampilan langsung ke proyektor.

[1] Sebelumnya pernah kejadian mesin mati sendiri saat beban tinggi, mungkin kepanasan.
[2] Bisa juga dari atas tapi mestinya tidak karena spill-resistant. *terlalu pede*
[3] Belakangan agak menyesal kenapa tidak ke pusat servis resmi Lenovo. *padahal repot dan jauh*

Semangat Tahun 2000-an

Saya ingat saat tahun 2000-an. Saya bersemangat sekali untuk menyerap banyak informasi dan bereksperimen. Setiap waktu ada saja yang dibaca dan dilakukan, di depan komputer. Semua berkaitan dengan komputer dan jaringan. Saat itu saya baru mendapatkan komputer pertama saya dari Bapak. Awalnya untuk mendukung mata kuliah pemrograman, kala itu Pascal.

Energi di rentang waktu tersebut besar, sampai saya tak ingat seberapa tenggelamnya saya dalam aktivitas baca dan ngoprek. Tidak hanya sendiri tapi juga dengan teman dan komunitas. Saya selalu rindu dengan semangat dulu yang begitu bergelora. Banyak momen-momen yang membuat saya sering masuk ke dalam mode superfokus. Seperti fly begitu kali ya :D

Saat ini saya sedang merasakannya lagi. Walau tidak seperti dulu tapi paling tidak semangat dan aktivitas ini muncul kembali. Ada untungnya, ada pula imbasnya. Saya khawatir saya mengabaikan orang khususnya keluarga dan rekan sejawat, juga pekerjaan utama untuk dunia dan akhirat. Keseimbangan sepertinya diperlukan. Mungkin dengan mengeset mode superfokus pada waktu-waktu khusus, seperti malam hari, atau dalam bentuk rentang waktu yang pendek, misal 2 jam, namun berulang.