Arsip Kategori: Edu

BUDI-LN 2017: Belum Sukses

Alhamdulillah dari tiga tahap seleksi Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Luar Negeri atau BUDI-LN di tahun 2017 ini saya hanya sampai di tahap kedua. Tahap pertama adalah seleksi administrasi/dokumen, kedua penilaian secara daring (psikometri), dan ketiga wawancara. Sebagai catatan, kuota BUDI-LN untuk tahun 2017 berjumlah 50, berbeda dengan 2016 yaitu 300.

Kalau dilihat dari ujian untuk tahap kedua dapat dikatakan mudah tidak susah. Peserta hanya diminta masuk ke aplikasi web kemudian mengerjakan soal-soal psikometri dan bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Intinya kerjakan sesuai dengan diri masing-masing orang dan jujur. Hasil dari ujian ini adalah cerminan peserta, jadi ya cocok-cocokan antara kebutuhan penyelenggara dan hasil untuk tiap peserta. Mungkin :D

Saya berencana akan mendaftar lagi beasiswa ini pada gelombang/tahun selanjutnya insyaallah [1]. Surat penerimaan dari kampus tujuan saat mendaftar BUDI-LN memang sudah mundur jadi tahun 2018, tinggal dipakai lagi. Beberapa hal yang menjadi catatan saya untuk saya perbaiki/lakukan untuk persiapan pendaftaran selanjutnya di antara persyaratan yang lain adalah sebagai berikut.

  • Dokumen: Letter of Motivation, rencana studi, esai “Kontribusiku untuk Indonesia” dan “Sukses Terbesar dalam Hidupku”.
  • IELTS: ikut pelatihan bahasa Inggris dan ujian lagi karena hasil yang sekarang akan kedaluwarsa bulan Februari 2018.
  • Kesehatan: istirahat yang cukup dan seimbang dalam hidup.

[1] Plus beasiswa-beasiswa lain ;-)

Iklan

Idulfitri 1436 Hijriah

Idulfitri 1436 Hijriah dilewati dengan gembira. Alhamdulillah. Tahun ini saya melewatkannya di tempat kelahiran istri. Kurang lebih dua hari sebelum Idulfitri, kami sudah sampai. Aktivitas setelah itu dilakukan seperti biasa, hanyasanya saya lebih banyak dan berusaha untuk berinteraksi dengan keluarga dan tetangga, serta mengenal lingkungan sekitar.

Pagi dilewati dengan duduk di depan rumah, kemudian pergi ke sawah untuk melihat hijaunya padi yang belum menguning juga burung-burung putih di sana. Saya melakukannya dengan istri dan anak. Sekali waktu kami agak sore pergi mengantar titipan orang rumah ke beberapa saudara. Satu di antaranya tidak ada di rumah, sehingga kami pergi menuju masjid di sebuah perusahaan BUMN untuk menemui beliau.

Pembicaraan ringan seperti biasa, namun muncul pertanyaan tentang rencana saya untuk sekolah. Ternyata berita telah tersebar minimal di keluarga dekat. Saya agak malu karena merasa belum pasti berangkat. Alasan orang tua disebutkan untuk mendapatkan dukungan doa dari semua. Sempat ada pertanyaan, “Kenapa tidak di sini saja?”. Saya dikira pergi untuk bekerja, dan saya coba jelaskan bahwa saya insyaallah pergi sekolah, dan bidang serta pembimbingnya ada di universitas di kota itu.

Baca lebih lanjut

Matinya ThinkPad X200

Dua hari setelah kiriman terakhir di blog ini, saya mendapatkan kejutan berupa matinya ThinkPad X200. Kejadiannya, kopi tumpah ke meja dan X200 mendapatkan sedikit cipratan. Saya pede dan tidak mematikannya langsung. Dalam beberapa menit barulah mesin mati dan tidak bisa dinyalakan. Alhamdulillah ‘ala kulli hal.

Ada dua kemungkinan kenapa X200 mati, pertama karena umur [1] dan kedua karena setetes air kopi yang masuk dari sela-sela samping/depan laptop [2]. Apapun penyebabnya, motherboard X200 mati. Saya membawanya esok paginya ke tempat servis laptop yang biasa menerima ThinkPad [3] setelah mengantar Ibu ke stasiun. Kata Ibu, “Ada-ada saja mau lebaran”. Alhamdulillah.

Saat itu belum libur/cuti bersama dan masih ada dua hari kerja dengan tiga kelas. Saya kemudian langsung terpikir untuk memakai Raspberry Pi 2 (Raspi) yang saat itu di atas lemari dan terhubung ke WiFi AP. Raspi ini digunakan untuk memainkan audio kajian dan alquran yang dapat dikendalikan oleh ponsel serta komputer. Sementara setop dulu ya. Saya pasang lingkungan destop Xfce dan aplikasi Xpdf di Raspbian, yang kemudian saya tenteng ke kelas dengan dilengkapi papan tik/mous nirkabel dan konverter HDMI ke VGA. Tampilan langsung ke proyektor.

[1] Sebelumnya pernah kejadian mesin mati sendiri saat beban tinggi, mungkin kepanasan.
[2] Bisa juga dari atas tapi mestinya tidak karena spill-resistant. *terlalu pede*
[3] Belakangan agak menyesal kenapa tidak ke pusat servis resmi Lenovo. *padahal repot dan jauh*