Demam dan Progres Kursus

Sepuluh hari yang lalu badan saya demam, flu, dan tak fit. Langsung terpikir badan kurang istirahat. Memang aktivitas dari awal bulan sampai dengan pertengahan cukup padat khususnya terkait dengan mobilitas dari satu tempat ke tempat lain tanpa istirahat cukup dan makan teratur. Istirahat di atas tempat tidur segera dilakukan dalam waktu lama. Badan agak pegal, menyentuh air tidak enak.

Setelah kurang lebih 5 hari, badan agak pulih. Terima kasih kepada istri yang telah mendampingi dan mengingatkan. Saya putuskan untuk ke dokter supaya jelas dan tuntas. Ternyata yang membuat demam adalah radang tenggorokan. Diteruskan dengan asupan makanan teratur, istirahat, dan rutin minum air hangat akhirnya badan kembali pulih. Alhamdulillah.

Minggu kemarin yang tadinya harus ke Jogja untuk memulai kursus singkat IELTS tertunda. Baru akhir minggu ini bisa terlaksana. Lumayan enak sesi belajarnya. Penyegaran kembali untuk kemampuan Listening, Reading, dan Writing Task 1. Minggu depan lumayan padat juga. Selain lanjut kursus di akhir pekan ada pula simulasi IELTS, juga ada aktivitas menilai mata kuliah untuk semester gasal.

Iklan

Mencari Tempat Kursus Singkat

Seperti yang sudah sempat disinggung di tulisan-tulisan lampau, saya qadarullah harus mengambil ujian IELTS saya yang kedua. Saya berencana mengambilnya dalam waktu dekat di Jogja, walaupun sampai saat ini belum benar-benar mendaftar. Oleh sebab itu, saya mulai mengumpulkan materi-materi kursus dua tahun lalu untuk dipelajari kembali sembari berpikir apa mungkin lebih baik ambil kursus singkat ya?

Pemikiran dilanjutkan dengan aksi meramban di dunia maya dan situs-situs tempat kursus yang potensial. Beberapa di antaranya Cilacs UII, REAL/IONS, LB USD, dan Sire Gadjah Mada. Semuanya berada di Jogja dan hal ini menjadi tantangan untuk saya juga. Saya sempat mencari informasi dan survei beberapa tempat kursus di area Purwokerto tapi kok tak pede ya :D [1]

Pertimbangan saya adalah materi, waktu kursus, jadwal, profil penyelenggara/tutor dan harga. Materi lebih ke penyegaran kembali dan fokus/kustom [2], waktunya perlu segera, jadwalnya akhir pekan karena saya mesti siaga dan aktif di hari kerja [3], profil penyelenggara/tutor bagus [4], dan harganya masuk di akal saya.

Baca lebih lanjut

Kenalan dan Sambal “Bu Rudy”

Pada bulan Desember tahun lalu saat saya berlatih presentasi di Surabaya, saya duduk dengan beberapa orang memutari sebuah meja bundar. Sesinya adalah makan malam. Tiga dari tujuh teman satu meja saya adalah orang luar Indonesia. Terus terang saya cenderung diam, ini juga saya lakukan pada dua acara yang lalu di kampus. Haha. Walau begitu selalu ada pelajaran yang dapat saya ambil dalam hal berkenalan dan berkomunikasi khususnya dengan orang asing.

Salah satu topik yang bisa dimunculkan dalam pembicaraan adalah dengan bertanya tentang organisasi atau perusahaan tempat orang yang ditanya. Dari sini akan muncul bidang yang digarap, asal muasal nama organisasi, sampai cerita internal perusahaan misal CEO yang unik. Topik yang lain bisa saja dimulai dengan tempat atau makanan yang khas, kemudian munculkan nama, dibarengi dengan deskripsi dan gambar yang dapat diperlihatkan. Contoh saja.

Teman sebelah kiri saya bukan orang asing, Ia tinggal di Surabaya. Saya sempat malu karena salah menebak siapa orang tersebut. Sok tahu. Dari sana muncul cerita tentang studinya, pekerjaan sebelumnya di Jakarta, kepindahannya ke Surabaya, selisih gaji, proyek sampingan, dan lain-lain. Oleh-oleh menjadi salah satu pertanyaan saya dan Sambal “Bu Rudy” merupakan satu dari jawabannya.

Baca lebih lanjut