Berpikir Kasus Terburuk

Saya sering berpikir kasus terburuk yang mungkin terjadi ketika akan melakukan sesuatu, sampai-sampai hal ini pernah saya tanyakan pada seorang dosen psikologi saat pelatihan beberapa tahun silam. Ketika saya dalam sebuah situasi, saya sering berpikir kasus terburuk dari situasi tersebut. Bagaimana kalau begini, bagaimana kalau begitu.

Sebagian orang berpikir cara ini negatif karena pikiran kita negatif terhadap kondisi yang sedang dialami atau rencana yang sedang dibuat. Saya melihatnya tidak demikian. Saya memikirkan kasus terburuk untuk merencanakan mitigasi jika hal itu terjadi. Boleh dikatakan saya visioner :D Berpikir, melakukan kalkulasi, kemudian bersiap jika hal-hal buruk terjadi. *sok2an*

Siap tidak sekadar siap, tapi punya alternatif apa yang akan dilakukan. Seperti komputer atau robot sih, apa mungkin saya seperti itu ya? Bisa jadi :D Belakangan saya baru baca hal ini disebut sebagai teknik inversi [1] yang dipakai oleh sebagian orang. Ternyata saya tidak sendirian :))

[1] Saya mendapatkan pranala artikel ini dari linimasa di Twitter.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s