Semakin Lama Semakin Sedikit

Semakin tua dewasa semakin banyak hal yang perlu dikurangi. Pengurangan aktivitas-aktivitas “sekunder”, pikiran-pikiran “tersier”, dan lainnya yang melenceng dari kebutuhan “primer”. Terkadang kita perlu melakukan hal-hal “sekunder” atau “tersier”, misal karena godaan, namun sebisa mungkin tidak disengaja dan dibiasakan. Terus terang, untuk kebutuhan “primer” saja sudah setengah mati menjaganya tetap dalam jalur.

Semakin lama semakin sedikit waktu. Aktivitas dan pikiran perlu diprogram atau dijadwal. Sinkronisasi mesti dilakukan secara berkala. Waktu 24 jam tidak cukup untuk aktivitas yang banyak. Mari memilah aktivitas yang “primer”, yang sesuai dengan tujuan dan rencana hidup kita. Hari yang begitu cepat berlalu disertai dengan penyesalan menunjukkan tidak lihainya kita dalam mengelola waktu.

Semakin lama semakin sedikit harapan. Satu harapan saja dalam hidup itu sudah cukup. Yang banyak adalah cara (valid) meraih harapan tersebut, dan ini tergantung dari kemampuan, ilmu, dan bakat kita. Semua orang bisa punya harapan yang sama, tetapi menggunakan cara yang berbeda karena potensi masing-masing orang yang berbeda.

Iklan

One thought on “Semakin Lama Semakin Sedikit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s