Galaxy Nexus dan CyanogenMod

Galaxy Nexus by Roger Luo (CC BY-NC-ND)Sudah hampir 4 tahun ini ponsel saya, Galaxy Nexus i9250 (maguro), menemani. Telah sekian kali ponsel tersebut saya gonta-ganti firmware atau “ROM“-nya, dan yang bertahan hingga kini adalah CyanogenMod. Saya selalu memutakhirkan versinya, baik mayor ataupun minor, dari versi 10 yang berbasis Android Jelly Bean sampai 13 yang berbasis Android Marshmallow. Rilis yang dipilih pun saya coba dari stabil, snapshot, nightly, dan unduhnya dari situs resmi maupun dari XDA-Developers.

Seperti yang sudah diketahui, salah satu kelebihan dari ponsel “Nexus” adalah dukungan pemutakhiran firmware melalui over-the-air (OTA) dari Google. Sayangnya pemutakhiran untuk Galaxy Nexus hanya sampai Android 4.3 (Jelly Bean), bawaannya 4.0 (Ice Cream Sandwich). Di sisi lain, saya ingin ponsel saya “bersih”, atau paling tidak saya tahu dan percaya apa saja yang dipasang di dalamnya. CyanogenMod menjadi firmware yang paling pas untuk ponsel saya saat ini. *kok agak mirip bahasa pariwara ya*

CyanogenMod memakai AOSP sebagai basis pengembangan, dengan tambahan aplikasi seperti peluncur Trebutchet, dan fitur-fitur lainnya. Secara umum CyanogenMod cenderung “polos” dari luar, serta diklaim tidak menyertakan spyware dan bloatware. Saya menggunakan rilis stabil sampai versi 10.2.1, setelah itu coba-coba rilis snapshot dan nightly untuk versi 11, dan yang dari XDA-Developers untuk versi 12.1. Minggu kemarin saya coba mutakhirkan melalui OTA, ternyata yang terpasang adalah versi 13 rilis nightly, resmi dari CyanogenMod. Yiha!

Ada beberapa isu yang ingin saya bagi berkaitan dengan uji coba saya dalam bergonta-ganti firmware/ROM.

  • Stabilitas tidak bisa diandalkan pada rilis snapshot dan nightly. Ya iya, kan dari namanya sudah diketahui. Terkadang saya mendapatkan kestabilan dan unjuk kerja yang bagus pada satu rilis tapi berubah pada rilis lainnya, padahal masih dalam versi mayor yang sama. Saya mencoba tetap menggunakan rilis snapshot atau nightly yang dicoba terbukti stabil dan unjuk kerjanya bagus. Saya tingkatkan versinya jika memang diperlukan. Saat ini saya menggunakan rilis nightly karena ingin mengikuti versi mayor terbaru, agar kekinian :d
  • Koneksi WiFi sempat tidak stabil, terkadang nyala terkadang mati. Saya sudah mencoba beberapa trik tetapi tidak berhasil, sampai tiba-tiba isu ini hilang. Kalau tidak salah saat menggunakan CyanogenMod versi 12.1.
  • Dukungan enkripsi saat perpindahan versi mayor Android/CyanogenMod tidak mulus. Salah satunya ketika saya meningkatkan dari versi 11.x yang berbasis Android KitKat ke 12.1 yang berbasis Android Lollipop. Kebetulan ponsel saya enkripsi penuh. Saat Android/CyanogenMod versi mayor terbaru telah terpasang, semua berjalan lancar, kemudian ketika saya masukkan kata sandi untuk mendekripsi ponsel, muncul pesan kurang lebih “kata sandi yang Anda masukkan benar, tetapi data pada ponsel Anda rusak” dan ponsel meminta Factory Reset. Saya sudah mencari-cari cara, namun akhirnya saya ikhlaskan saja untuk melakukan Factory Reset. Semoga lain kali datanya sudah dicadangkan ya :D
  • Dukungan enkripsi pada program pemulihan alias (custom) recovery perlu ada. Saya memakai TWRP dan versi yang saya pakai saat itu tidak mendukung enkripsi penuh ponsel. Solusinya adalah dengan menggunakan versi 2.8.7.0.
  • .

O iya, saya sempat kembali ke firmware/ROM bawaan atau stock ROM dengan mencoba memasang citra/image satu-satu mulai dari bootloader, radio, sampai partisi, kemudian akhirnya saya pasang kembali CyanogenMod. Pernah juga pakai OmniROM, tapi kembali lagi ke CyanogenMod.

Sampai saat ini saya masih puas dengan ponsel saya, Galaxy Nexus. Spesifikasinya[1] masih sesuai dengan kebutuhan, hanya baterai yang kualitasnya sudah menurun dan perlu dicari pengganti atau cadangannya. Sempat terpikir untuk ganti ponsel “Nexus” lain yang lebih baru tapi tak jadi, selain karena pertimbangan baterai yang tidak bisa dilepas dan lebih boros, juga yang paling utama adalah harganya haha. Kalau sekarang saya hanya butuh hard case baru dan mengganti screen guard. Untuk komponen, alhamdulillah untuk ponsel jenis “Nexus” cukup banyak tersedia dan dijual di Indonesia.

[1] Cortex A9 Dual-core 1.2 GHz, PowerVR SGX540, RAM 1 GB, NAND flash 16 GB.

* Gambar Galaxy Nexus oleh Roger Luo, berlisensi CC BY-NC-ND.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s