Membagi Waktu

Semakin lama, saya kira waktu saya semakin sempit. Setelah menikah apalagi :D Bukan saya menyalahkan pernikahan lho. Saya perlu lebih bisa mengelola waktu. Sebelumnya saya bebas mengalokasikan aktivitas sembarangan di waktu-waktu yang tersedia. Kadang banyak di kamar, kadang pergi ke luar, kadang di kampus. Sekarang ini aktivitas dan waktunya perlu disinkronkan dengan orang rumah.

Beberapa waktu yang lalu saya membayangkan saya tidur awal dan bangun lebih awal kemudian melakukan aktivitas yang tidak bisa dilakukan ketika bersama istri. Ternyata tidak bisa. Siang sudah di kampus, pulang sudah butuh istirahat dan melakukan pekerjaan rumah. Memang kekurangan saya adalah saya melakukan pekerjaan di sembarang tempat, termasuk di rumah. Padahal pekerjaan saya seringnya membutuhkan konsentrasi. Sehingga saat di rumah, terkadang atau sering tidak fokus dan tidak efektif.

Akhirnya saya mencoba untuk menjadi orang kebanyakan. Ada waktu kerja dan waktu keluarga. Waktu kerja dengan berangkat pagi kemudian pulang sore. Waktu keluarga dari sore sampai pagi kembali, plus akhir pekan. Pekerjaan sebisa mungkin dilakukan di waktu kerja, sehingga keluarga mendapatkan waktu yang seharusnya. Teorinya sih.

Iklan

2 thoughts on “Membagi Waktu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s