Kebutuhan yang Jujur

Produk dan layanan yang diluncurkan sekarang ini semakin banyak dan beragam. Saya sendiri terkadang bingung. Bukan bingung memilih, tetapi bingung dan bertanya-tanya “Untuk apa ini semua?”. Apa orang-orang hanya meluncurkan untuk meluncurkan saja?

Segala sesuatu pasti ada sebab musababnya. Produk dan layanan ada pasti karena kebutuhan. Dan kebutuhan bukan sekadar kebutuhan, yang dirintis dan dikembangkan pasarnya secara artifisial. Itu bukan kebutuhan. Kebutuhan itu jujur, apa adanya, bukan hal-hal yang dibuat oleh orang atau organisasi supaya kita butuh. Kita butuh karena kita butuh, bukan karena kita dipaksa supaya butuh.

Mungkin proses “pemaksaan” ini berasal dari ide kapitalisme dan konsumerisme yang tersebar. Banyak orang terjerat, termasuk saya. Tapi setidaknya kita perlu merenung dan tergerak hatinya untuk terus bertanya-tanya setiap waktu, “Untuk apa ini semua?”, “Apakah ini yang kita butuhkan?”, “Tidakkah ini lebih bermanfaat jika disalurkan untuk yang lain?”.

Dua produk yang sekilas saya amati adalah Nexus 4 dan Windows Surface, karena keduanya menarik dari sisi saya pribadi dan kemerdekaan teknologi informasi. #uhuk

Galaxy Nexus by Roger Luo (CC BY-NC-ND)Dua bulan yang lalu[1] saya sempat membeli “Nexus 3” atau dikenal dengan Galaxy Nexus (i9250, GSM), dan baru saja muncul ponsel yang lebih baru yakni Nexus 4. Padahal baru setahun “Nexus 3” diluncurkan. Saya sadar kembali, kita semua ini sebenarnya sedang “dipermainkan” oleh perusahaan dan entitas bisnis?

Beberapa waktu yang lalu saya juga sempat berdiskusi dengan beberapa kawan, kenapa teknologi-teknologi yang bermanfaat dan berdayaguna tidak diluncurkan secepatnya? Kenapa kemunculannya mungkin sekian (puluh) tahun lagi?[2]

Jawaban sementara yang saya dapat dari diskusi tersebut adalah kemungkinan ada banyak entitas bisnis dan politis yang ingin mengambil keuntungan terlebih dahulu dari teknologi-teknologi yang sudah tersebar. Dapat dikatakan, biarlah pakai teknologi yang jadul ini sampai permintaan pasar menurun dan keuntungan sudah maksimal, baru kemudian luncurkan teknologi setelahnya yang lebih baik.

Dari sisi politis, tentu saja ada pihak-pihak yang akan dirugikan dan dirusak pasarnya jika sebuah atau serangkaian solusi teknologi langsung diterapkan dan digunakan oleh masyarakat. Contoh mudah adalah telekomunikasi. Kita tahu siapa yang bermain di pasar terbesarnya dan akibatnya jika teknologi seperti VoIP dan OpenBTS diterapkan secara luas, apalagi secara mandiri. Banyak kepentingan.

Saingan TinggiKita beruntung, produk-produk sekarang juga semakin oprekable. Bagi seorang opreker yang berada di sebuah lingkungan/daerah, dapat mengadaptasikannya sesuai dengan kebutuhan komunitas di daerah tersebut. Inilah kenapa oprekable dan kemerdekaan untuk melakukannya menjadi penting.

Masyarakat yang tidak bisa mengoprek bisa meminta bantuan orang yang bisa dan membuat sebuah kelompok ngoprek di komunitasnya, kemudian dalam jangka panjang mereka bisa membangun sendiri infrastruktur, khususnya teknologi, yang mereka butuhkan.

Dengan gerakan membangun infrastruktur teknologi dari akar rumput alias grassroot, seperti yang dilakukan oleh Pak Onno, BlankOn, dan (semakin) banyak orang, kita dapat menyediakan dan melayani kebutuhan kita sendiri, secara jujur dan apa adanya.

Kita perlu memprioritaskan mempertimbangkan sisi produktif daripada konsumtifnya, sisi penguatan daripada sisi pelemahan, sisi dan visi jangka panjang daripada jangka pendek, serta memulainya dari bawah karena kita tak punya akses ke lapisan atas.

[1] Tulisan ini dibuat pada tanggal 4 November 2012, dengan sedikit suntingan.
[2] Saya mengerti selalu ada pertimbangan kematangan teknologi, kebijakan, dst.

* Gambar Galaxy Nexus oleh Roger Luo

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s