Jangan Ganti Baju Dulu

Baru-baru ini saya mencoba, dengan tak sengaja, untuk tidak ganti baju setelah pulang dari beraktivitas di luar. Duduk-duduk saja, istirahat dan bersantai, kemudian melakukan hal-hal lain yang diwajibkan atau diperlukan. Ternyata saya lebih bisa bersemangat daripada ketika saya ganti baju terlebih dulu.

Asumsi saya, ketika saya tak berganti baju, mental dan kondisi jiwa serta raga saya masih terbawa aktivitas sebelumnya. Aktif. Ketika saya sudah berganti baju, menjadi sebaliknya. Bisa jadi ganti baju seperti proses mengubah mode, dari mode kerja[1] ke mode santai, bahkan mungkin terlalu santai :D

Beberapa hari ini saya masih melakukannya, walaupun mungkin perlu ada penyesuaian karena bisa jadi baju yang saya pakai agak berbau kurang sedap karena polusi, keringat, dan lain-lain. Yang pasti ganti baju jika diperlukan, atau minimal ganti baju saja atau celana saja atau semua tapi jangan sampai kita berhenti greg dan terbuai dengan kesantaian[2].

[1] Bisa juga kita kaitkan ke mode musafir.
[2] Kecuali memang kita benar-benar butuh istirahat.

Iklan

2 thoughts on “Jangan Ganti Baju Dulu

  1. saya jd inget, waktu dulu Icuk Sugiarto kalah tanding di piala Thomas, saya yakin itu gara2 dia ganti baju saat ganti set ketiga… salam kenal,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s