Naik Kereta Eksekutif

Empat hari yang lalu saya naik kereta kelas eksekutif. Bukan pamer, tapi ndeso. Sudah lama saya tak naik kereta kelas tersebut. Maksud saya, naik dengan keinginan dan uang sendiri, juga tak bersama orang lain[1]. Saya terakhir naik kereta eksekutif sendiri sekitar 4-5 tahun yang lalu ketika saya masih bersekolah di Bandung.

Kejadian naik kereta ini sebenarnya tak disengaja. Seperti biasa saya berniat naik kereta tarif promo siang. Mungkin karena akhir tahun dan musim liburan, tiket habis terjual. Saya mengetahuinya melalui pengeras suara di stasiun pada saat antri. Mau tidak mau saya harus putar otak, naik bus atau kereta. Setelah dipertimbangkan sebentar, saya memilih untuk tetap naik kereta. Pilihannya kelas bisnis atau eksekutif. Melihat harga yang sama bahkan lebih murah sepuluh ribu, saya akhirnya memilih eksekutif, walau waktu keberangkatan lebih lama ~1 jam.

Kali ini saya agak canggung naik kereta, mungkin tak terbiasa saja ya. Setelah duduk manis, beberapa saat kemudian kereta berjalan. Tempat duduk nyaman, perjalanan nikmat dan cepat. Saya sendiri tak merasa sedang naik kereta :D Lancar benar, alhamdulillah. Di sisi lain, saya merasa berada di dunia lain. Syaraf kepekaan saya berkurang, indera penglihatan dan pendengaran serasa terhalangi sesuatu, dan saya tak memperhatikan sekitar dengan baik[2].

[1] Kalau bersama dengan keluarga paling tidak 6 bulan yang lalu.
[2] Kelas kereta ini baik jika kita benar-benar butuh istirahat selama perjalanan.

Iklan

2 thoughts on “Naik Kereta Eksekutif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s