Mengontrak Rumah

Hampir satu bulan sudah saya tersibukkan oleh kepindahan saya dari tempat lama, yakni kos, ke rumah kontrakan. Setelah saya hitung, saya sudah bertahan kira-kira 4 tahun 8 bulan untuk tak beranjak dari kamar kos yang nyaman di lingkungan yang relatif sejuk itu. Awalnya memang tak berniat pindah, tapi karena kebutuhan ruang yang cukup sebagai tempat untuk barang-barang Ibu, akhirnya saya memutuskan untuk mengontrak rumah.

Dimulai dengan survei kesana kemari melalui media luring dan daring, kemudian melihat ke lokasi, komunikasi dengan pemilik, diskusi dengan teman-teman, dan melakukan pertimbangan, terpilihlah sebuah rumah kontrakan dengan jarak ~4 kilometer ke kampus. Kalau dari kos lama berjarak ~17 kilometer. Lumayan bisa bersepeda ke kampus[1].

Terus terang banyak hal saya pelajari dari kepindahan ini, sampai dengan detik ini. Mencari, mendapatkan, dan memelihara rumah, butuh seni tersendiri, termasuk bagaimana berinteraksi dengan orang-orang baik keluarga, teman, dan tetangga[2]. Alhamdulillah. Hidup ini bertujuan agar kita belajar. Belajar untuk menjadi lebih baik dan meningkatkan diri, supaya kita pantas mendapatkan yang terbaik (baca: rumah di surga). Pertanyaannya, sudah pantaskah kita?

[1] Belum saya lakukan, karena kondisi badan yang belum fit. Insya Allah tahun depan!
[2] Malam saat saya tinggal adalah malam saya ikut pertemuan RT!

Iklan

4 thoughts on “Mengontrak Rumah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s