Mengubah Mode Sepeda

Parking for LunchSaya baru membaca kembali tulisan saya saat mulai bersepeda, ternyata saya sudah paling tidak 3 tahun menjadi pesepeda kasual. Sebelumnya saya menyebutnya dengan pesepeda akhir pekan karena bersepeda kala akhir pekan saja. Disebut “kasual” karena kadang bersepeda kadang tidak, menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan. Inginnya sih naik sepeda terus.

Sepeda saya masih United Avalanche. Dulu saya pernah cerita tentang apa saja yang saya tambah pada sepeda tersebut. Saat ini kondisinya relatif tidak banyak berubah. Saya hanya mengubah modenya saja beberapa bulan yang lalu saat mulai berkeliaran secara intensif di Jogja. Mode sepeda gunung diubah sedikit menjadi sepeda wara-wiri dalam kota.

Yang saya ganti tidak banyak. Ban luar yang tadinya standar, tipe knobby United Fireroller X-Trail 26×1.95 berbahan nilon, diganti menjadi tipe halus/slick United Speed Roll 26×1.75 berbahan kevlar. Ditambah ban dalam United agar sesuai dengan ukuran ban luarnya. Sepasang tentu saja. Lucunya, saya mengganti ban luar bukan niat saat itu, tapi karena terpaksa. Hal ini disebabkan spatbor/fender depan dan belakang tak dapat dipasang kalau bannya tidak dikecilkan.

Ya bagaimana sih stwn? Ketahuan kan kurang perhatian. Iya, saya ngaku. Rencananya saya hanya ingin menambahkan spatbor dan boncengan saja. Spatbor dipasang supaya tidak takut kalau melewati jalan yang becek atau genangan air, paling tidak meminimalkan cipratan air, apalagi saat hujan. Boncengan digunakan untuk tempat tas travel/duffel supaya tidak kerepotan karena saya membawa tas ransel pula.

My Commuting BikeKetidaksengajaan mengganti ban membuat saya bersyukur, karena ternyata kebutuhan saya yang utama saat mengubah mode sebenarnya adalah ban. Bagaimana tidak? Jalanan yang akan sering dilibas oleh sepeda adalah aspal. Terus terang di awal ada niat mengganti ban, tapi itu setelah spatbor dan boncengan dipasang. Ternyata urutannya terbalik!

Efek dari perubahan mode yang paling kelihatan pun berasal dari ban. Sepeda jadi ngacir, karena ban cocok dengan jalan aspal yang halus. Alhamdulillah. Bersepeda jadi nikmat dan cepat. Asal jangan di jalanan kasar dan terjal saja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s