Rindu dan Penuju

Untukmu yang selalu menunggu.

Kegembiraanmu adalah kegembiraanku. Gelak tawamu merupakan juga gelak tawaku. Tak ada lagi yang tak tersingkap dari dirimu dan diriku, melainkan harapan bahwa semua akan baik-baik saja di masa depan.

Kuharap dirimu selalu bersyukur kepada-Nya, kepada orang tuamu, serta karib kerabatmu.

Tak dapat kuingkari, menunggu terkadang mengundang sembilu, tapi kusadari kembali, menunggu dapatlah menjadi roda hidup tak sendu yang kita putar dalam sumbu yang ditenagai oleh rindu dan penuju.

Dari yang selalu menunggu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s