Menikmati Wanawisata Baturraden

Finding a HouseSetelah sebelumnya sempat jalan-jalan di Kalipagu, saya diajak lagi oleh teman yang sama untuk menikmati kawasan Wanawisata Baturraden, masih di sekitar lembah Gunung Slamet. Rencananya, kami akan berjalan dari gerbang Wanawisata sampai ke Pancuran Pitu. Kali ini yang ikut lebih banyak, yakni ada 4 orang.

Kami janji ketemu pukul 08.30 di tempat biasa, tapi 2 orang terlambat karena salah paham dan terlupa. Jadwal molor sampai 1,5 jam. Lucunya kami sempat dikunjungi oleh Sekretaris Jurusan 1, tapi beliau tidak ikut, hanya “memastikan” bahwa memang ada acara jalan-jalan :D Setelah semua peserta berkumpul, kami segera berangkat dan memilih jalan alternatif sebelum masuk ke gerbang utama Baturraden.

Sesampainya di gerbang Wanawisata, kami memarkir motor di dekat loket. Beberapa teman mengajak ngobrol ibu-ibu yang berjaga di sana, sedang saya masuk kamar mandi agar tidak repot di jalan. Suara monyet, seperti orang utan, berwarna hitam terdengar memecah kesunyian, di samping suara-suara burung dan serangga lain.

Tree HouseJalan menuju Pancuran 7 dari Wanawisata sebenarnya sudah beraspal, walaupun sebagian sudah tak baik dan berkerikil. Umumnya orang membawa sekalian kendaraan bermotornya, tapi kami sengaja berjalan kaki. Jarak tempuh ~5 kilometer. Sering kami berpapasan dengan motor dan mobil, dalam obrolan kami “mungkin mereka kira kita kurang kerjaan”. Asyiknya jalan kaki, kami bisa memotong jalan melewati rerumputan, semak, dan taman botani, paling tidak dua kali kami melakukannya.

Kami sempat melihat rumah biasa dengan batu bata dan rumah pohon. Rumah dan semacam tempat berlindung juga terlihat di beberapa tempat tetapi sepertinya kurang diperhatikan pengelola. Masyarakat yang lewat juga sekadar melihat sambil lalu saja karena mereka menggunakan kendaraan sendiri, jadi tak sempat untuk mampir atau memperhatikan sekitar dengan saksama. Hal ini akan berbeda kalau desainnya adalah obyek wisata dapat dicapai dengan berjalan kaki dan pengunjung dapat menikmati semua yang mereka lewati.

Lanjut. Sekali kami duduk beristirahat di dekat dua rumah yang memiliki taman botani. Di dekat kami ada parit kecil yang mengalirkan air yang jernih, bahkan kami mencuci tangan kami di sana. Kami makan jajanan pasar bersama yang dibawa oleh seorang teman, tentu sambil ngobrol. Setelah selesai, kami melanjutkan perjalanan, dan beberapa kali kami melewati tanjakan curam. Mungkin karena jalan beraspal, kami agak kesulitan saat berjalan naik, akibatnya kami cepat lelah sehingga harus beristirahat sejenak.

Fresh water flowing in a small ditchSambil jalan, saya juga melakukan penelusuran/tracking dengan OSMTracker, menandai pertigaan, jembatan, lokasi pandang, dan juga tak lupa memverifikasi jalur yang pernah saya dan orang lain ambil di OpenStreetmap.

Pulangnya kami makan bersama di warung dekat Pancuran 7. Menu yang tersedia pecel dan gorengan seperti mendoan dan lain-lain, ditambah teh hangat. Setelah selesai kami turun dan disambut dengan hujan lebat sehingga kami harus berteduh di tempat dugem terdekat. Alhamdulillah saat itu tempatnya tutup, karena memang masih siang menjelang sore.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s