Kepergian Bapak

See You Later, Dad.Saat itu Bapak sedang menonton berita di televisi, setelah menelpon kakak saya dan adik beliau. Menanyakan bagaimana cara mengantar orang yang akan membantu kakak, dan seperti biasa beliau selalu memberikan nasihat. Kira-kira satu jam kemudian nafas Bapak sesak, Ibu segera memasak air. Biasanya air yang sudah panas dimasukkan ke dalam botol kaca, kemudian digosokkan ke tubuh.

Keringat membanjiri tubuh Bapak, beliau berujar “Kok seperti ini?”. Ibu khawatir. Saat duduk, Bapak mengatakan kepada Ibu “Sini Bu, Bapak minta maaf ya”. Langsung Ibu menangis dan memeluk beliau, “Pak, jangan tinggalkan Ibu. Nanti Ibu sama siapa? Bagaimana dengan anak-anak? Jangan tinggalkan Ibu ya. Sabar, Pak”. Bapak menenangkan, “Tidak, tidak..”.

Ibu memutuskan untuk membawa Bapak ke rumah sakit. Saat selesai bersiap, Ibu mencari Bapak tapi tak ketemu, ternyata beliau sudah siap dan sedang berbicara dengan tetangga, minta tolong untuk diantarkan. Dalam perjalanan, Ibu masih mengelap keringat dan menenangkan Bapak. Sedikit-sedikit Bapak diajak bicara dan berdoa mengingat-Nya. Bapak hanya diam dan mengangguk saja, sedang pandangan beliau tetap lurus ke depan.

Sesampainya di rumah sakit, Ibu kehilangan Bapak ketika akan menggandeng beliau. Ternyata, Bapak sudah keluar dari pintu di sebelahnya dan berjalan cepat menuju ruang UGD. Beliau akhirnya duduk di kursi roda setelah diminta karena sudah disediakan oleh perawat, kemudian Bapak ditangani dengan alat pernafasan dan indikator detak jantung seperti yang sering kita lihat di televisi.

Sebelum Bapak menghembuskan nafas terakhirnya, beliau sempat melihat Ibu, dan memberikan dompet/kartu kesehatan. Di saat-saat terakhir ada Ibu, adik, dan tante di samping beliau, kondisi Bapak agak tenang, tapi mendadak tangan beliau mengepal di depan dada, kemudian Bapak sudah tidak ada. Asumsi saya, seperti ada sesuatu yang mulai ditarik dari dada beliau.

Demikian cerita ringkas kepergian Bapak yang sudah lebih dari 2 minggu yang lalu. Saya mengetahuinya dari Ibu. Saya juga berusaha supaya Ibu tidak terbawa emosi saat menceritakan hal tersebut, dan dalam waktu yang tak bersamaan.

Kejadiannya memang cepat dan mengagetkan banyak orang, khususnya keluarga. Bapak meninggal di usianya yang hampir 63 tahun dan tidak sedang dalam kondisi sakit saat itu. Beberapa cerita dari keluarga, tetangga, dan handai tolan mengenai sifat/sikap/aktivitas Bapak sebelum sore itu belakangan diketahui/dianggap sebagai salam terakhir beliau pada mereka. Ada pula kejadian-kejadian yang menurut kami seperti kebetulan, dan tentu saja tidak, karena Allahlah yang telah mendesainnya.

Saya sendiri mendapat kabar saat maghrib, ketika Bapak sedang diberikan alat kejut. Beberapa menit kemudian diberitahu Bapak sudah tak ada. Malam itu saya pulang ke rumah, alhamdulillah bisa numpang kendaraan tante.

Pagi menjelang siang itu kupandangi wajahmu yang tertidur. Engkau diam saja. Aku ingin mencium keningmu, namun mendadak aku terserang pilek yang hebat. Aku tak bisa melakukannya. Aku tak mau mengotori wajahmu. Aku hanya bisa membelai dahimu dengan dua jariku. Terasa dingin dan basah. Engkau masih saja terdiam.

Innalillahi wa innailaihi roji’un. Semoga Allah selalu merahmati dan menyayangimu, Pak. Sampai jumpa lagi. Terima kasih telah mendidikku. Terima kasih untuk semuanya. Maafkan aku yang tak berada di sisimu saat itu. Semoga Allah mengumpulkan kita kembali, Pak.

Iklan

4 thoughts on “Kepergian Bapak

  1. Inalillahi wa inailaihi raji’uun

    Ikut berduka cita, Mas.
    Semoga Bapak mendapat tempat terbaik di sisi Allah Subhanahuwata’ala dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
    Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s