Teman dalam Perjalanan

Thinking of IbukSaat naik kereta terakhir kali, saya bertemu dengan seorang teman. Lucunya kami bertemu di jalan menuju stasiun. Saya naik becak, kebetulan sedang agak capek, Ia jalan kaki. Langsung saja saya minta Ia naik becak bersama menuju stasiun. Teman saya ini adalah orang yang pernah secara tidak sengaja bertemu dengan saya di kereta api di waktu yang lain. Ia teman sekantor saya, dan dua pertemuan tersebut tidak dikomunikasikan sebelumnya.

Saya senang ketika bertemu dengan teman, sama seperti para pemirsa juga, apalagi dalam perjalanan. Selama bolak-balik naik kereta ada beberapa orang yang sudah minimal 2 kali ketemu. Yang pertama, seorang ibu, terakhir kali beliau bersama bapaknya yang sudah sepuh. Saya malu saat itu karena memberitahukan berita yang keliru, bahwa kereta akan terlambat sekian jam, walaupun sebenarnya sudah saya berikan peringatan untuk memeriksa dahulu informasi tersebut[1].

Yang kedua adalah seorang Bapak. Setelah ngobrol, dan mengalami kondisi yang sama yakni merasa “dibohongi” oleh petugas tiket, saya tahu bahwa beliau adalah seorang pengemudi. Rumahnya di Purwokerto, kerja di Jogja, sering bolak-balik di awal dan akhir pekan. Kami duduk bersama dan ngobrol di dalam kereta, sampai penumpang yang berhak duduk di nomor sebelah saya meminta haknya.

Ada juga beberapa orang yang baru ketemu sekali saja. Terakhir ngobrol dengan seorang mahasiswa jurusan Matematika semester 1 yang akan pulang ke kampungnya di Magetan. Baru sekali itu Ia menggunakan kereta. Satu lagi, seorang bapak yang akan mengunjungi cucunya. Beliau mengatakan, “Setelah punya anak, orang tua senang ketika punya cucu”. Hal tersebut menunjukkan beliau gembira, dan saya tertular kegembiraannya.

Demikian sekilas cerita sedikit tentang teman, kalau boleh disebut seperti itu, yang sebenarnya bisa saya temui di mana saja saat saya melakukan perjalanan. Menariknya, mereka membaca kisah-kisah yang beragam, dan membuat saya berpikir, gembira, terinspirasi, dst.

Semoga saya juga ikut memberikan hal yang positif kepada mereka, sama seperti mereka memberikan hal yang positif bagi saya.

[1] Saya diminta pindah kereta oleh petugas tiket, karena (isu) keterlambatan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s