Menata Kembali Destop

AMD64 X2 5000+Akhir pekan kemarin saya berhasil membersihkan komputer destop saya yang ngambek. Saya bersihkan dengan kuas yang saya beli di toko besi terdekat. Target utama pembersihan yakni prosesor dan heatsink beserta kipasnya. Dan memang benar, kotor sekali. Sebelum dibersihkan, saya lepas dulu pengait heatsink dari papan ibu/motherboard. Tak lupa saya bersihkan pula seluruh bagian dalam boks komputernya.

O iya, ketika sedang mengoprek perangkat elektronik, jangan lupa untuk mentanahkan listrik statik pada badan secara berkala dengan menyentuhkan ujung-ujung jari pada boks komputer, atau gunakan gelang antistatik.

Setelah target dilihat, ternyata pasta termal pada prosesor dan heatsink sudah perlu diganti. Jadi, saya keluar dulu untuk membeli pasta termal atau thermal grease di toko komputer terdekat. Ketika saya tanyakan, “Ada thermal grease, Mbak?”, dijawab “Nggak ada, adanya thermal pasta“. Saat saya lihat di tempat pasta termalnya di sana tertulis “thermal grease“. Hafalan?

Saat pulang, sekalian pula saya beli alkohol murni di apotik. Alkohol ini akan saya gunakan untuk membersihkan sisa-sisa pasta termal lama yang masih menempel pada heatsink dan prosesor. Setelah itu pasta termal baru boleh dioles ke prosesor.

Tata cara pembersihan pasta termal lama dengan alkohol secara umum dapat ditonton pada video di bawah ini.

Setelah pasta termal lama dibersihkan dari heatsink dan prosesor, tunggulah barang sebentar agar alkoholnya mengering. Kebetulan saya melakukan hal-hal lain dulu selama lebih dari 30 menit. Setelah itu saya oles pasta termal pada punggung prosesor secara merata, kemudian tiriskan saya pasang kembali heatsink beserta kipasnya. Dengan sedikit deg-degan, saya pasang semua kabel dan saya nyalakan komputer. Tadaa.

Suhu prosesor masih sama, 127 derajat Celcius. Saya coba kroscek ke Internet ada yang mengalami hal yang sama, papan ibu menggunakan Biostar, walau serinya berbeda. Memang sih komputer saya ini sudah hampir 5,5 tahun. Alasan yang mungkin adalah sensor temperatur atau yang berkaitan dengannya rusak. Dan kalau dipikir dari awal, tidak masuk akal juga ya. Masa temperatur prosesor 127 derajat Celcius, sedang komputer masih dapat berjalan normal saat di-boot dengan distro Trisquel yang tersimpan pada kartu anggota FSF milik saya.

Ada beberapa pilihan solusi, pertama mem-boot Debian GNU/Linux dengan parameter sistem operasi/kernel yang menonaktifkan modul sensor suhu/thermal_zone. Belum ketemu. Saat ini Debian tidak dapat di-boot karena modul sensor suhu langsung mendeteksi bahwa suhu melebihi batas sehingga sistem akan mati secara otomatis.

My New SetupPilihan kedua, membawanya ke tukang servis. Dan yang terakhir, menjualnya sekalian. Sementara ini boks komputer berisi papan ibu, prosesor, dll sudah saya siapkan untuk pilihan kedua. Saya juga membersihkan lantai, kabel-kabel, dan hal-hal lain di sekitar meja kerja, kemudian mencoba penataan baru yang lebih oke.

Hasilnya, Thinkpad X200 dijadikan sebagai mesin destop dengan keluaran layar VGA yang diarahkan ke monitor LCD 17″, selain juga dijadikan sebagai mesin portabel.

Iklan

One thought on “Menata Kembali Destop

  1. Ping balik: Cerita Februari 2014 | stwn.ngeblog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s