Proyek Tor

Tor ProjectTor adalah sebuah layanan jaringan yang dapat digunakan untuk membuat akses kita ke Internet menjadi lebih aman dan terjaga privasinya. Aman dari apa? Dari pengawasan pihak yang kurang bertanggung jawab, atau yang dapat memanfaatkan informasi dan lalu lintas data yang terekam untuk hal-hal yang mereka inginkan.

Ketika kita menggunakan Tor maka lalu lintas jaringan menuju komputer tujuan akan dirutekan melalui beberapa relai secara random. Relai di sini sebenarnya dapat berbentuk komputer “biasa”, baik fisik maupun virtual, yang sengaja dikontribusikan secara sukarela oleh banyak orang di dunia. Relai-relai ini akan berubah secara dinamis menyesuaikan kondisi jaringan, dan jalur dari komputer kita sampai ke relai akhir[1] akan terenkripsi.

Setelah jalur komunikasi ke jaringan Tor telah terjalin, maka aplikasi yang menggunakannya lebih terjaga keamanan dan privasinya. Kekurangan dari penggunaan Tor adalah akses yang lebih lambat dari biasanya. Hal ini dapat dipahami karena kita menggunakan jalur random melalui beberapa komputer/relai dengan banyak lokasi yang berbeda, dan juga ada mekanisme penyesuaian secara dinamis, misal terhadap relai yang mati, serta prinsip “enkripsi berlapis”.

How Tor Works

Pada gambar di atas, Alice ingin terhubung ke server Bob. Ketika Alice menggunakan jaringan Tor maka lalu lintas dari komputer Alice akan dirutekan ke relai-relai yang dipilih secara random dan dinamis. Selain itu jalur dari komputer Alice sampai ke relai akhir akan dienkripsi, ditandai dengan warna hijau. Sedang dari relai akhir ke server Bob tidak dienkripsi.

Kita dapat mengkombinasikan Tor dengan HTTPS[2], supaya lalu lintas dari relai akhir ke server Bob pun terenkripsi. Enkripsi berlapis-lapis :D Dan ini mungkin yang melatarbelakangi nama lama Tor yakni The Onion Router. Enkripsi dari komputer sumber ke masing-masing relai sampai ke komputer tujuan merupakan “enkripsi berlapis”, seperti bawang.

Tor Network MapKemudian, bagaimana cara menggunakan Tor? Gampang. Pertama, pasang paket tor, di Debian tinggal apt-get install tor. Kedua, arahkan aplikasi untuk menggunakan porta 9050/9150/9151, bisa diset di bagian proxy. Kalau ingin cepat dan langsung menggunakan aplikasi peramban yang relatif terjamin konfigurasi keamanan dan privasinya, gunakan Tor Browser Bundle.

Untuk berkontribusi, kita dapat menggunakan komputer kita yang diset sebagai relai tengah, relai akhir, atau bridge. Mode paling aman adalah bridge. Jangan lupa, kita perlu menyisihkan sebagian lebarpita atau bandwidth Internet untuk digunakan Tor. Pilihan lainnya, kita dapat menggunakan Amazon EC2.

Saat artikel ini ditulis, daftar relai yang muncul di peta jaringan Tor saya berjumlah 3708 buah!

[1] Disebut exit relay, terhubung langsung dengan jaringan/komputer tujuan.
[2] Lihat diagram interaktif penggunaan Tor dan HTTPS.

* Logo Tor dan diagram didapat dari situs Tor, secara umum berlisensi CC BY.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s