“Nyawa” Telah Terkumpul

Alhamdulillah akhirnya saya umumkan bahwa saya telah berhasil membuka partisi LUKS terenkripsi yang sebelumnya tak bisa diakses. Tidak dengan cara yang susah, tapi dengan cara yang mudah yakni menunggu, bersabar, dan bertawakal. #uhuk

Saat merebahkan badan tadi pagi, saya mendapat petunjuk dari-Nya bahwa frase sandi yang dimaksud adalah ini, bukan itu yang dimasukkan kemarin. Bangun dari kasur langsung coba menyalakan destop dan berhasil. Alhamdulillah. Saatnya menghapus berkas-berkas hasil pemulihan Photorec[1].

Pelajaran pertama yang dapat saya ambil dari kejadian ini adalah kita perlu sedikit bersabar, bertawakal, dan berprasangka baik. Yang kedua, biarkan badan dan pikiran kita beradaptasi dengan kondisi lingkungan, apalagi jika kita capai atau dari perjalanan jauh. Biarkan “nyawa” terkumpul dulu.

Yang ketiga, saya tetap akan menggunakan partisi terenkripsi, hanya saja saya perlu cadangkan tajuk LUKS-nya di beberapa tempat seperti flashdrive dan server terdekat, kemudian membuat prioritas data yang akan tersinkronisasi di dua komputer.

Yang keempat adalah lanjutan dari pelajaran ketiga, yaitu berusaha rutin mengunggah berkas atau data yang semestinya dibagi ke dunia, seperti dokumentasi, gambar, video, dan lain-lain. Karena kita tidak tahu kapan nyawa kita dikumpulkan.

Mengutip kata-kata Arno Wagner kepada Marcos:

Most people are hosed in your situations, but there have been some miraculous recoveries. So really knowing what happened is the key.

[1] Hati-hati, mudah sekali memunculkan data kembali dari partisi/harddrive.

Iklan

4 thoughts on ““Nyawa” Telah Terkumpul

  1. sangprabo

    Real men dont do backup. Real men share the files to the world via FTP (kira2 katanya Linus Torvald) :p

    Balas
    1. stwn Penulis Tulisan

      Itukan hanya perumpaan, bo. Supaya kita tidak hanya menyimpan berkas di penyimpan lokal saja, tapi juga dibagi ke dunia. Inilah yang perlu secara rutin kita lakukan. #uhuk

      Balas
  2. Ping balik: Memasang Debian 64 Bit | stwn.ngeblog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s