Menjual Laptop Bekas

Kemarin pagi saya berhasil menjual laptop bekas bermerek Compaq milik adik saya, setelah hari sebelumnya saya bongkar dulu untuk melihat-lihat isinya, dengan panduan video youtube di atas[1]. Jangan salah, saya tidak mengambil dan menjual laptop tanpa sepengetahuan pemiliknya lho.

Sebenarnya sudah lama laptop tersebut ada di tempat saya. Dari awal sudah agak pesimis dengan kondisinya yang sudah tidak beres, pernah dibongkar oleh seorang teman dan tidak dikembalikan seperti semula. Pagi kemarin, saya masukkan laptop dan adapter daya ke tas, kemudian jalan sambil cari makan. Pulangnya mampir ke tempat servis yang dulu pernah membantu memasang engsel X60T.

Saya hanya bilang, “Ini kalau diservis berapa, dan kalau dijual berapa, mas”. Kalau diservis, biayanya berkisar 800-900 ribu, karena kata pemilik tempat servis kemungkinan yang bermasalah ada di chipset “kedua” papan ibu alias motherboard. Kondisi yang dilihat: respon yang lambat ketika papan tik ditekan.

Kondisi lainnya, laptop sudah tidak ada harddrive-nya karena rusak, DVDROM drive yang tidak bisa baca, modul WLAN yang diduga bermasalah, dll. :D Penawaran dari mas pemilik kalau laptop dijual, 600 ribu rupiah. Dalam hati saya sudah senang karena saya pernah coba tanya ke mahasiswa dijawab “paling 500 ribu”.

Saya terdiam dulu, dan berusaha untuk tidak menampakkan wajah sumringah, sambil berdiskusi tentang kemungkinan-kemungkinan lain. Saya bilang, “dinaikkan dong mas, jangan 600”. Mas pemilik memberikan penjelasan layaknya orang jualan, yang bisa saya tafsirkan dengan “beli 600 ribu, perbaiki chipset 800 ribu, harddrive bekas 200-300 ribu, perbaiki/ganti papan tik 100-150 ribu”. Belum DVDROM drive dan modul WLAN.

Si mas pemilik juga bercerita, Ia terakhir menjual laptop yang mirip dengan harga 1,75 juta. Dalam hati saya, masuk akal juga, walaupun bisa jadi saya telah terpesona oleh alur logika hitung-hitungannya. Tapi kemudian saya berpikir, tak apalah 600 ribu, kalau seandainya si mas untung sekian ratus ribu itu adalah rejekinya, karena Ia telah berani berspekulasi[2] pada laptop yang bisa jadi punya masalah yang lebih banyak dari yang terlihat saat itu.

Setelah oke, saya serahkan adapter daya laptop dan mendapat hasil penjualan laptop bekas sebesar 600 ribu. Alhamdulillah, saya bersyukur barang bisa jadi uang saya bisa makan hari ini, dan telah berkurang satu barang menumpuk.

Semoga si mas pemilik tempat servis mendapat untung.

[1] Walau tidak sama tipenya, video ini membantu.
[2] Mungkin Ia sudah biasa kali ya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s