Tegangan Naik Turun

Langit Barat BlaterSudah kurang lebih 3 hari ini, tegangan listrik di rumah kos tidak stabil. Saya mengetahuinya saat saya menyalakan komputer destop, dan regulator tegangan alias “stabiliser” sering bunyi motornya. Ngak-ngek-ngok. Biasanya tidak seperti itu, paling cuma di awal saja, saat dinyalakan.

Saya tanya kepada tetangga, apa ada mesin di kawasan RT/RW yang baru dioperasikan, karena saya lihat di depan rumah ada yang sedang memugar toko. Saya hanya membayangkan ada mesin yang butuh daya besar, sehingga membuat tegangan di kawasan itu menjadi turun saat arus besar ditarik dari jaringan listrik.

Ingat kan, daya = tegangan dikali arus. Jadi, untuk mendapatkan daya yang besar dibutuhkan, nilai arus harus menyesuaikan. Karena perangkat yang membutuhkan daya harus menarik arus lebih besar, sedangkan arus yang tersedia kecil, maka hal ini akan menyebabkan tegangan di jaringan saat itu menurun. Mirip kasusnya seperti air, kalau air PAM arusnya sudah kecil, kemudian ada orang yang pake “sanyo” dan narik arus air yang besar, maka seketika suplai arus di rumah-rumah lain menjadi semakin kecil, bahkan berhenti sejenak.

Kembali ke jawaban tetangga. Ia menjawab tidak tahu, tapi kemudian Ia memberi informasi bahwa katanya ada kabel listrik yang putus di jalan lain, jarak ~300 m ke barat. Sore-sore saya bersepeda menuju kota dan melewati jalan tersebut, dan memang ada kabel yang menggantung rendah di pinggir jalan sebelah kiri, tapi saya meragukan itu kabel listrik.

Saat saya ke kampus, saya menanyakan pula ke kawan saya yang lebih banyak tahu tentang energi/listrik. Ia mengatakan seandainya ada 1 kabel fase yang putus, maka beban pada kabel tersebut berkurang, dan arusnya menjadi besar. Karena ada 3 kabel fase, dan ketiganya harus seimbang, praktis 2 kabel lain akan turun arusnya. Saya jadi ingat hukum Ohm, tegangan = arus dikali resistansi/beban. Kalau beban berkurang, arusnya naik, karena tegangan tetap.

Sesampainya di rumah, saya lihat kembali kelakuan regulator dan hubungannya dengan aktivitas komputer yang saya lakukan, saya menyimpulkan bahwa komputer destop butuh arus yang besar saat prosesor melakukan komputasi, khususnya ketika clock[1]/frekuensinya naik. Karena arus yang disuplai tidak mencukupi, komputer menarik arus lebih besar dari yang tersedia. Saat itu terjadi, tegangan turun, dan regulator membantu menstabilkannya, jadilah suara ngak-ngek-ngok.

Fenomena lainnya adalah ketika suara ngak-ngek-ngok muncul, cahaya lampu di kamar pun menerang dan meredup. Saat saya menyalakan dispenser, lampu mengalami hal yang sama, dan suara ngak-ngek-ngok muncul.

Jadi, mungkin benar kalau arus yang masuk ke jaringan listrik di daerah rumah kos saya mengalami penurunan. Penyebabnya bisa jadi karena putusnya satu/lebih kabel listrik di jaringan[2], atau yang lain. Sementara ini kalau main komputer destop saya perlu set ke frekuensi/clock yang paling rendah (powersave) supaya suara ngak-ngek-ngok-nya kecil :D

Hal-hal lain seperti kemungkinan daya listrik di rumah kos diturunkan tanpa pemberitahuan ada kerusakan pada instalasi jaringan listrik rumah, dan lain-lain, perlu diinvestigasi lebih lanjut.

[1] Orang sering menyebutnya dengan “kecepatan”, sekian GHz.
[2] Kalau seandainya ini terjadi mestinya jadi “berita besar”, kenapa tidak?

Iklan

3 thoughts on “Tegangan Naik Turun

  1. “daya = tegangan dikali arus”
    Ralat mas, Daya = tegangan dikali arus dikali faktor daya (cos phi). Nilai cos phi biasanya dibawah 1. :D

    • Terima kasih atas koreksinya ton

      Tujuan sebenarnya sih ingin menunjukkan bahwa dengan berbekal konsep linier saja, kita bisa mengetahui fenomena di sekitar kita, apalagi kalau tahu faktor-faktor lain seperti yang dirimu katakan

  2. sangprabo berkata:

    “Kalau seandainya ini terjadi mestinya jadi “berita besar”, kenapa tidak?”

    Mungkin mirip kelangkaan bensin subsidi di kabupaten terpencil, atau seringnya pemadaman listrik di kawasan yang jarang diliput berita. Kabar seperti demikian tidak terlalu menarik hits.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s