Memperbaiki Dunia

Kalau kita lihat di sekitar kita dan di berbagai tempat, kita akan mendapatkan kesimpulan bahwa dunia ini kacau. Bagaimana orang mengendarai kendaraan di jalan? Bagaimana orang meninggalkan kewajibannya dan membuang waktu untuk hal-hal yang tidak penting? Bagaimana orang tidak peduli dengan lingkungan? Dan seterusnya.

Saya pernah mendiskusikan ini dengan beberapa orang, dan memang akhirnya kita memperoleh jawaban kita tidak dapat mengendalikan orang lain supaya tidak berbuat kacau. Dan bahkan bisa jadi kita sendiri adalah orang yang ikut berkontribusi dalam kacaunya dunia ini.

Seorang insinyur atau opreker pasti punya keinginan untuk mencari solusi, bagaimana cara memperbaiki dunia ini. Kita perlu banyak mengoprek, tetapi kita tidak dapat mengoprek orang lain. Karena itu kita mengoprek diri kita sendiri. Memperbaiki diri, supaya tidak kacau, atau ikut-ikutan kacau, atau minimal (berusaha) tidak ikut berkontribusi terhadap kacaunya orang lain dan dunia ini.

Iklan

9 thoughts on “Memperbaiki Dunia

    1. stwn Penulis Tulisan

      Bagaimana orang meninggalkan kewajibannya dan membuang waktu untuk hal-hal yang tidak penting?

      Kalau guru pukul 10 ada jadwal mengajar, tapi Ia pada waktu tersebut menonton TV atau ngobrol-ngobrol tidak jelas. Mengajar vs Menonton TV dan Mengajar vs Ngobrol tidak jelas. Mana yang penting dan mana yang tidak penting?

      Penting pasti ada acuan yang absolut, terkait dengan kewajiban dan manfaat

      Balas
      1. stwn Penulis Tulisan

        Wah, Zak. Kok milih-milih?

        Kasus jenis seperti itu banyak terjadi di sekitar kita dan nyata, tentu bentuknya tidak selalu “mengajar vs ngobrol2”

  1. sangprabo

    Dunia ini tidak hanya sekadar 0 dan 1, Mas. Mungkin bagi kita kekacauan, tapi buat sebagian orang itu “seni”, atau skill bertahan hidup. Menurut saya sebisa mungkin kita mengerjakan “porsi kita sendiri”, dan tidak ikut-ikutan bertanggung jawab terhadap amalan orang lain.

    Balas
    1. stwn Penulis Tulisan

      Benar, tapi pasti ada acuan 0 dan 1. Kita hidup di dunia yang sama, semestinya ada acuan absolut yang sama, walau mungkin setiap orang derajatnya berbeda-beda

      Saya hanya membayangkan kalau seandainya setiap orang termasuk kita mengerti hal-hal baik, dunia ini akan menjadi baik. Seperti ide dari tulisan di atas, memperbaiki dunia dengan memperbaiki diri sendiri

      Balas
  2. Ping balik: ZTE N986 dan MIUI | stwn.ngeblog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s