Obrolan Kecil

Dalam berinteraksi dengan orang lain, saya sering mencoba bereksperimen dengan memunculkan topik-topik yang sesuai dengan orang tersebut. Menebak dulu orangnya, atau terkadang tidak sama sekali, kemudian berkomentar tentang hal-hal kecil. Di warung, jika saya tahu ada yang berbeda dengan pemasak nasinya, saya akan memunculkan pertanyaan “Pemasak nasinya baru ya, Bu?”. Setelah itu bisa ditebak si Ibu warung akan bercerita.

Kita perlu sering memperhatikan banyak perkara kecil yang mungkin sepele bagi kita, tapi berarti bagi orang lain. Selain karena kita memang ingin mengawali pembicaraan dengan orang lain, kita juga ingin berusaha melatih untuk memperhatikan orang lain, siapapun itu khususnya bagi yang tak punya orang spesial. Walaupun terkadang ada waktu-waktu tertentu kita ingin diam saja dengan menikmati kesunyian dan interaksi yang biasa.

Beberapa waktu yang lalu saya sempat membaca sebuah tulisan Mako, seorang pegiat yang aktif di banyak proyek seperti Debian, FSF, Ubuntu, Wikimedia, dkk., berjudul “Cultivated Disinterest in Professional Sports“, yang salah satunya berisi komentar Michael Albert terhadap kecenderungan para intelektual di Amerika yang kurang menyukai olahraga profesional.

Albert mengatakan bahwa olahraga dapat menjadi topik awal yang baik untuk melakukan obrolan kecil dan membangun hubungan dengan kelas[1] dan konteks yang beragam. Orang “kelas bawah” umumnya sulit berkomunikasi dengan orang “kelas menengah ke atas”, khususnya yang lebih secara ekonomi dan berpendidikan tinggi[2].

Saya kira kalau di Indonesia tidak seperti di Amerika ya, banyak orang di sini suka dengan olahraga profesional seperti sepak bola dan bulutangkis. Seperti halnya Mako, saya hanya ingin mengkritik diri sendiri. Terus terang saya semakin ke sini, semakin kurang dalam memperhatikan hal-hal yang menyedot perhatian masyarakat. Bukan apa-apa, terkadang ada rasa, saya tidak mau nonton bola hanya sekadar ikut-ikutan saja. Saya ingin nonton bola karena suka.

Dulu saya menyenangi olahraga basket dan mengikuti perkembangan NBA, kemudian piala dunia, sekarang tidak. Sepak bola hanya sepintas lalu saja, kalau ditanya tidak tahu. Sepertinya memang perlu dimulai lagi ketertarikan saya terhadap olahraga yang digemari masyarakat, walau sedikit. Minimal, saya dapat menjadikannya salah satu topik awal dalam melakukan obrolan kecil dengan orang lain.

Untuk topik obrolan lain selain olahraga, kita bisa mendiskusikan pengalaman hidup, isu yang ada di sekitar kita, dan banyak hal yang bagi kita adalah remeh tapi ternyata dapat membuka komunikasi dengan orang lain. Dengan obrolan kecil kita bisa mulai dekat dengan orang lain, kita menjadi gembira, ada keterikatan emosi, sehingga memungkinkan kita untuk membuka pintu-pintu kebaikan dan mengembangkan budaya yang baik di tengah masyarakat.

[1] Tentu jika kita masih percaya ada tingkatan dan kelas di dalam masyarakat
[2] Isu lain: selera musik yang eksklusif. Ada yang tahu doktor suka dangdut?

Iklan

3 thoughts on “Obrolan Kecil

  1. Ping balik: Lulusan SMK « stwn.ngeblog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s