Konferensi CC AP 2012 (2)

Mas Yossi duduk di samping saya, sambil ngobrol tentang pengalamannya ikut berpartisipasi di acara Blogger Nusantara 2012 yang diikutinya pada hari sebelumnya di Makassar. Yang saya tangkap, beliau berbagi tentang Gerakan Desa Membangun di sana. Apresiasinya bagus, ungkap beliau. Sejenak, saya cerita tentang gerakan desa yang baru dimulai oleh teman saya di Purbalingga dan juga melibatkan teman beliau dari Jogja.

“Kita kan memang orang gila”, demikian ucap mas Yossi. Diskusi mengarah bagaimana bentuk formalitas dan perencanaan-perencanaan yang ada membuat aksi jadi kelamaan. Kalau “orang gila” akan melakukan bagaimana pun sumber daya yang tersedia, dukung dan terus dukung sampai kita bisa mencapai tujuan nilai yang diimpikan. Beliau sempat tanya juga, “Sudah lulus dari Jogja?”. Saya hanya tertawa.

Karena tak enak, pas menyapa mas Yossi sepertinya beliau ingin mengambil sesuatu kemudian tidak jadi, saya menyilakan beliau. Ternyata yang mau diambil adalah air mineral. Mungkin beliau haus jauh-jauh dari Makassar :D Kemudian beberapa teman beliau datang, dan saya berkenalan dengan mereka. Saya disebut sebagai pendekar BlankOn, padahal saya hanya pendukungnya sahaja.

Sesi Pembukaan dan Pembicara Kunci
Acara dimulai, mas Yossi memilih kembali ke tempat duduknya 2 baris di depan saya, tepat di kursi ujung kiri. Pandji, yang didaulat menjadi pemandu acara, memecahkan kebekuan dengan guyonan dan cerita-cerita kecil, berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris. Kemudian acara dibuka oleh Ari Juliano Gema, sebagai pemimpin proyek Creative Commons (CC) Indonesia. Ada komentar dan pertanyaan “Apakah kami orang Indonesia harus berbahasa Indonesia?” yang dihubungkan pula dengan UU tentang kewajiban menggunakan Bahasa Indonesia.

Untuk menghormati peserta yang sudah hadir dari CC pusat dan afiliasinya di Asia Pasifik maka pidato pembukaan dan sesi pertama dari perwakilan Dirjen Hak atas “Kekayaan Intelektual” (HaKI)[1], Kementerian Hukum dan HAM[2] menggunakan bahasa Inggris. Eh, ngomong-ngomong, kok kelihatannya acara ini berbau hukum begitu ya? Dan saya kira yang datang di sini juga orang-orang hukum dan “nyeni” begitu. Ternyata tidak juga. Kalaupun iya, saya tetap menikmatinya.

Sesi kedua diisi oleh pembicara kunci dari dewan pengawas Wikipedia dan penasehat hukum CC, yakni Kat Walsh. Beliau bercerita tentang sejarah Wikipedia yang kemudian dihubungkan dengan CC. Setelah selesai, dibuka sesi tanya jawab, dan tidak ada yang bertanya :D

Sesi Kelas Terbuka Siang
Acara selanjutnya adalah sesi kelas terbuka yang dibagi ke dalam empat ruangan. Kelas pertama tentang Akses Terbuka dan Data Terbuka: Informasi, Data, dan Penelitian yang Didanai Publik. Kelas kedua tentang Penerjemahan Lisensi. Kelas ketiga tentang Kebijakan dan Platform untuk Open Educational Resources (OER). Dan satu kelas lagi tentang CC untuk Pemula.

OERSaya mengikuti kelas ketiga *sok2an*, dipandu oleh Jane Hornibrook yang cantik. Pembicaranya dari afiliasi CC semua. Pertama, CC Vietnam, cerita tentang budaya Vietnam segala macam, salah satunya orang di sana suka menolong tapi hanya menyimpan ucapan terima kasih dalam hati khususnya pada orang-orang Vietnam sendiri, kemudian diceritakan bagaimana CC Vietnam mendorong lingkungan sekolah menghasilkan karya kreatif dan berbagi. Perwakilan dari CC Vietnam ini ramah, sebelum acara dimulai beliau sempat mendatangi dan mencoba berinteraksi dengan mas Roedy dan saya yang kebetulan duduk di belakang.

Presentasi yang kedua dari CC New Zealand, saya tidak begitu memperhatikan karena yang presentasi laki-laki asyik melihat kanan-kiri. Ada bule timur dan barat sedang mengambil foto, panitia yang sedang mengambil video, pembicara sesi kelas terbuka sore yang sedang menyendiri di pojok belakang, dst.

Presentasi yang ketiga dari Cina Daratan cerita tentang pengalaman-pengalaman CC di sana dan bagaimana teknik-teknik mereka mendekati institusi pendidikan, melibatkan akademisi di sana. Canggih ini CC dari Cina, ngomongnya cas-cis-cus. Apa karena pembicaranya memang berprofesi sebagai pemasar ya? Presentasi dan brosur-brosurnya menunjukkan majunya pengembangan CC di sana. Tentu jika media-media tersebut dapat mewakili kondisi sebenarnya.

Setelah itu saya tidak ingat lagi, pikiran entah ke mana, sempat juga keluar ke toilet, ngobrol sedikit dengan mas Roedy, dst. Yang saya ingat saat sesi tanya jawab ada bapak yang sudah cukup berumur tapi bersemangat dan tanya ini itu serta mengapresiasi CC Vietnam. Kemudian ada juga pertanyaan dari seorang perempuan tuna netra tentang apakah ada materi atau buku OER/berlisensi CC yang tersedia untuk kaum tuna netra?

Para afiliasi CC termasuk Jessica Coates, manajer jaringan global CC, dan Jean ikut berkomentar. Perwakilan dari CC Cina Daratan pun mengatakan hal ini akan menjadi topik yang menarik pada diskusi-diskusi CC mendatang.

Sesi kelas terbuka siang berakhir dan dilanjutkan dengan sesi makan siang yang kami nanti-nantikan, karena paginya hanya rehat kopi ditambah susu dan jajanan pasar warna hijau, serta risoles bergaya burger. O iya, pada sesi kelas pertama tentang “akses terbuka”, terjadi fenomena antri seperti antri beli gawai terbaru. Orang-orang berbaris panjang, 10-15 orang ada.

Sesi Kelas Terbuka Sore
Setelah makan siang, kami kembali ke sesi kelas terbuka jilid dua. Kelas pertama tentang Pemerintahan Terbuka di Indonesia. Kelas kedua tentang CC untuk Pekerja Kreatif. Kelas ketiga tentang Lisensi di Dunia Pendidikan. Dan kelas terakhir adalah Lokakarya CC Terbuka.

Saya masih saja kembali ke kelas ketiga, entah kenapa. Ruangan masih kosong, hanya berisi pak Eko Indrajit, sang pembicara, dan pak Onno yang sedang mengobrol. Sambil bolak-balik ke sana ke mari, akhirnya nangkring juga saya di kelas ketiga. Presentasi dimulai dengan santai oleh moderator dan juga dibawakan dengan apik oleh pak Eko. Penonton pun memenuhi ruangan, hanya tersedia 1-2 kursi kosong saja. Di tempat lain, penonton membludak khususnya di kelas kedua.

Topik pada kelas ketiga adalah “Mengembangkan Ekosistem Pendidikan Terbuka di Kampus” yang diambil dari presentasi pak Eko (dan pak Zainal Hasibuan) sebagai pembicara kunci di Pertemuan Konsorsium Global OpenCourseWare 2012, Cambridge. Presentasi ini berdasarkan studi di 350 universitas di Indonesia.

Presentasi dimulai dengan permasalahan di Indonesia yang terdiri dari kepulauan, cakupan dan laju pendidikan tinggi, jurang pemisah, populasi mahasiswa dan profesor, tren, standar nasional, dan kualitas pendidikan tinggi. Kemudian dihubungkan dengan paradigma abad 21 yang berkenaan dengan teknologi dan aktivitas belajar yang berkembang.

Hasil penelitian juga dipaparkan, dan didapatkan model ekosistem pendidikan terbuka di Indonesia. Sila lihat saja secara rinci pada berkas presentasi beliau. Kebetulan saat menulis terbitan ini, saya baru menemukannya. Sebelumnya, saya cari-cari berkas presentasinya di situs pribadi beliau atau di tempat lain tidak ada. Hanya ditemukan artikel OCWConsortium berjudul “OER in Indonesia“. Artikel ini kurang lebih sama dengan apa yang beliau sampaikan di acara ini. Mungkin dapat dikatakan lebih runut dan deskriptif karena bentuknya tulisan.

Diskusi berjalan cukup seru dan hangat. Sebagian peserta aktif sekali mengungkapkan komentar dan pendapatnya. Perwakilan dari CC Vietnam juga ikut berkomentar dan berbagi pengalamannya. Diselingi pak Onno, panitia yang menyaru menjadi peserta, dan penonton lain ikut menyumbangkan saran dan gagasan. Kalau saya hanya senyam senyum saja, antusias, dan menahan diri untuk bertanya :))

Acara sesi kelas terbuka sore selesai dengan pekerjaan rumah yang banyak, terutama bagaimana membumikan model-model pendidikan terbuka yang tidak dapat saya jangkau, alias masih terlalu tinggi. Yang saya tahu, kita perlu berusaha selalu menggunakan dan mendorong konsep Copyleft pada pekerjaan serta hasil karya kita.

Sesi Penutupan
Oleh-Oleh dari CC AP 2012Acara ditutup dengan pertunjukkan ondel-ondel, penampilan anak-anak jalanan, dan kata penutup dari pak Onno yang menyinggung CC sebagai salah satu cara bagi bangsa Indonesia untuk bertahan hidup untuk menguatkan dan meningkatkan kompetensi bangsa Indonesia. Tak lupa setelah itu ada sesi hadiah kejutan berupa laptop. Dan kebetulan saya tidak dapat.

Terima kasih kepada CC Indonesia yang telah menyelenggarakan acara yang meriah, semua orang yang telah memberikan inspirasi, terkhusus oleh-oleh yang bisa saya bawa pulang. #terharu

[1] Istilah HaKI ini perlu didiskusikan karena “intelektual” berbeda dengan “fisik”
[2] Kenapa tidak ada Kewajiban Asasi Manusia?

Iklan

4 thoughts on “Konferensi CC AP 2012 (2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s