Tidak Terlalu Dekat

Eki adalah nama anak kecil yang suka bermain di kediamanku. Ia lucu dan masih berumur 2,5 tahun. Waktu kemunculannya adalah pagi menjelang siang, atau terkadang sore menjelang mendekati maghrib. Yang Ia lakukan pertama kali adalah mengetuk pintu kamarku dengan sambil berujar lirih “Ooom..”, terkadang tak terdengar kala aku tertidur lelap.

Banyak hal Ia lakukan di tempatku, seperti menanyakan segala hal yang ada di kamar dengan berkata berulang kali “Ini apa? Ini apa?”, membuka-buka lemari, dan melihat sekeliling untuk mencari hal yang menarik, mengobrak-abrik laci untuk melihat isi kemudian mengeluarkannya.

Sering Ia mengambil papan tulis putih di meja samping tempat tidurku. Kuberikan Ia spidol berwarna hitam agar Ia bisa mencoba menuliskan sesuatu di atas papan tulis itu. Pernah kuberikan Ia spidol warna biru, ketika spidol warna hitamnya sudah tumpul dan tintanya mulai habis.

Rumah dan KeretaIa suka memintaku untuk menggambar ikan, dengan gigi dan mata, kemudian Ia berkata “Hiii” sambil sedikit bergidik. Sering pula Ia memintaku menggambar mamas, dirinya, Ibu, dan Bapak. Biasanya aku tambahi dengan tas milik mamas dan motor milik Bapaknya.

Berulang kali Ia sering bermain ke tempatku. Aku gembira, ada teman bermain, dan ada orang yang bisa aku beri perhatian dengan makanan-makanan kecil, sambil kutanya dan berharap dijawab dengan polos, yang kemudian membuatku tersenyum bahkan tertawa.

Aku senang melihatnya bermain dengan staples dan isinya, kemudian memintaku untuk membantunya “mencekrek” kertas. Terus terang aku tidak khawatir dengan barang yang bagi orang membahayakannya, seperti staples ini. Aku pikir biarlah Ia merasakan apa yang ingin dirasakannya, dan tentu saja kuperhatikan dan kuarahkan gerak-geriknya supaya tetap terjaga.

Beberapa mainan seperti mobil-mobilan, dan barang-barang elektronik memang sering kusingkirkan terlebih dulu, agar aman dan tidak Ia bawa pulang. Tapi kalau ternyata belum sempat dan Ia melihatnya, aku membiarkannya memegang dan memperhatikan apa yang akan Ia lakukan dengan barang tersebut. Setelah aman, ketika Ia sibuk dengan yang lain, aku singkirkan barang-barang itu dengan perlahan.

Intinya sih jangan kagetan dan langsung merespon cepat ketika seorang anak bermain dengan sesuatu yang berharga atau berbahaya. Pelan tapi pasti dan penuh strategi, inilah rahasianya.

Kemudian suatu ketika aku bicara dengan Bapakku, dan aku diminta jangan terlalu dekat, biasa saja. Aku menyetujuinya, karena aku tahu Bapak melihat sesuatu yang sering orang lain tidak bisa lihat. Memang sih, pendapat-pendapat Bapak baru aku pahami saat-saat sudah dewasa. Kalau dulu mungkin aku sudah menolak, “apa salahnya sih?”.

Toyota bBSetelah dipikir, memang dikhawatirkan nanti Eki jadi lebih dekat denganku, yang seharusnya Ia dekat dengan Bapaknya, Ibunya, atau keluarganya. Kalau Ia terlalu dekat denganku, nanti Ia relatif enggan patuh pada orang tuanya. Seperti pernah beberapa kali Ia dipanggil tidak menjawab dan tidak mau saat diajak pulang.

Satu lagi yang membuat aku berniat bersikap biasa dan wajar adalah Bapaknya yang bekerja serabutan. Memang sih rejeki sudah diatur oleh-Nya, tapi kalau misal makanan yang aku berikan berbeda dengan yang diberikan Bapaknya, bagaimana? Aku kira implikasinya akan lebih banyak negatif bagi Eki dan keluarganya.

Aku tak mau merusak hubungan keluarga orang lain. Aku tak mau merusak pendidikan keluarga orang lain. Walau untuk yang terakhir disebut, terkadang aku sedikit-sedikit memberikan sedikit pemicu pada Eki untuk belajar misal menulis dan menggambar dengan meminjamkan papan tulis serta spidol kepadanya.

Terus terang Eki dan keluarganya membuatku teringat akan banyak memoriku di masa lalu dan masa depan. Itu kenapa mereka begitu spesial, selain karena mereka adalah tetanggaku. Terkadang aku bertanya-tanya, mungkinkah aku berada di sini supaya aku bisa belajar?

Beberapa kali aku berpikir untuk pindah saja, tapi hal itu sampai sekarang tak terjadi. Akhirnya aku tetap di sini. Tempatnya nyaman, aman, dan penuh kekeluargaan.

Iklan

One thought on “Tidak Terlalu Dekat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s