Senggol Dikit, Heng!

Kemarin saya menjemput Elf2, setelah kurang lebih 2 bulan Ia “meninggalkan rumah”. Akhirnya kita bertemu lagi, Nak. Setelah menerima si Elf2, saya periksa kondisinya secara rinci. Dibolak-balik untuk melihat fisiknya, dinyalakan dan dioperasikan dengan baik, kemudian melihat sarung kulitnya.

Kesan saya ketika menerima Elf2 kembali adalah seharusnya saya memeriksa kesehatan si Elf2 sendiri dan tidak memberikan ke toko tempat si Elf2 dijual. Kasihan benar, bodinya tak terurus, ada lecet khususnya di dekat porta mini USB yang terlihat jelas, anti goresnya sudah terlihat goras-gores, dan hal-hal lainnya. Tebakan saya, saat dibawa dan tinggal di ibukota, Ia diperlakukan kurang baik. Tidak seperti empunya.

Pertimbangan saya menyerahkan pada toko penjual adalah masalah garansi saja. Ternyata setelah saya perhatikan, sepertinya mereka tidak membuka kotak Elf2 untuk memeriksa apakah ada solderan atau komponen yang longgar dst. Ini merupakan tebakan saya saat si Elf2 beberapa kali heng. Nebak tapi takut membuka kotak sendiri. Ternyata garansi barang yang nggak ada tempat resmi di negara kita itu sama saja :d

Kesenggol, Heng!Gejala-gejala awal yang menjadikan saya sedikit gusar adalah ketika Elf2 ini hang-heng. Istilah saya “senggol dikit, heng!”. Walau jarang, tapi kemunculannya itu yang semakin kesini semakin sering. Saat dipakai kemudian dibawa kesana kemari, sempat heng. Dipencat pencet dengan membabi buta, sempat heng. Dibawa ke kampus, sampai lokasi, Elf2 mati. Saat kondisi standby, susah dinyalakan lagi.

Sudah diganti-ganti pakai ROM kustom dan dimutakhirkan tetap saja terjadi heng. Dikembalikan ke ROM resmi terbaru juga sama saja. Kemungkinan bukan dari perangkat lunaknya, tetapi dari perangkat keras, atau bisa jadi perangkat lunak yang berhubungan dekat dengan perangkat keras.

Agak sedikit muncul rasa sesal di dalam hati membeli barang kawe begini, tapi toh di sini menariknya! Saya jadi tergugah untuk mencari tahu masalah Elf2. Bagaimana caranya supaya Ia kembali bersinar seperti sedia kala. Mulailah saya mencari tahu lagi cara membuka kotak si Elf2.

Dulu pernah baca cara buka kotak Elf2 pakai kuku atau pik gitar. Beruntung, saya tidak punya kuku panjang, tetapi masih punya 3 buah pik. Saya pilih yang tipis, dan dengan memasukkan di celah-celah tutup belakang dan depan Elf2 maka terbukalah kotaknya. Saya membuka tutup belakang dengan hati-hati, dan ketahuilah saya senang telah berhasil membuka 3 stiker segel yang masih utuh. Huh, segel tak ada gunanya! :d

Papan Ortu Elf2Yang saya lakukan adalah memperhatikan bagian-bagian yang bisa jadi longgar, saat digoyang, digeser, ditekan, atau disenggol dan berpotensi memicu heng. Terlihat selotip kuning di sana-sini, home-made banget :D Saya coba memberikan selotip bening pada kawat-kawat yang melintang horisontal[1] di bagian atas tutupnya. Saya rekatkan benar ke kotak juga ke baterainya. Kemudian saya juga pastikan komponen lain yang ada selotipnya tidak gerak atau goyang.

Papan Ortu Elf2Perlu dilihat juga kabel data untuk penampil LCD dan sensor sentuh tidak terjepit. Kalau kejepit kasihan, karena ringkih, nanti susah gantinya. Soal kejepit ini pun jadi kesimpulan akhir saya setelah membuka kotak Elf2, karena fenomena pencat-pencet di layar memberikan “gelombang-gelombang” tekanan pada LCD saat tutup belakang disatukan kembali dengan tutup depannya. Juga masih saja heng saat semuanya ditutup krep dan dilakukan sesi pencat-pencet pada pinggir-pinggir kotak, dan tentu saja layarnya.

Jadi, akhirnya saya biarkan kotak Elf2 tidak ditutup rapat, hanya bagian dekat tombol-tombol daya, home, dan volume dikaitkan krep sedikit. Disiasati pula dengan memasukkannya ke sarung kulitnya, jadi tidak lepas. Diuji coba, sampai sekarang tidak bermasalah. Dan sekarang Elf2 dijadikan peramban web, pemutar video, dan jam meja di sebelah kasur.

O iya, ada hal yang saya senangi saat mendapatkan Elf2 dari toko yakni telah dipasang ROM Feiyu baru, tertanggal bulan September, jadi semakin meningkatkan semangat untuk mencari dan mencoba-coba ROM kustom, khususnya CyanogenMod dan Debian/Ubuntu (armhf).

Demikian, sampai jumpa di laporan teknis dan pembuktian masalah Elf2 selanjutnya. Kalau ada.

Pemutakhiran 15 Oktober 2012: Elf2 sudah lumayan normal layaknya sabak/tablet lainnya. Kotak penutupnya dipasang seperti biasa, hanya saja bagian kanan dibiarkan tidak krep. Masalah ada di jalur data penampil LCD. Belum tahu cara teknisnya, cuma “diganjel” pakai selotip, lumayan stabil. Kini jadi pembaca buku-e juga.

[1] Sepertinya berfungsi sebagai antena

Iklan

6 thoughts on “Senggol Dikit, Heng!

      • sangprabo berkata:

        Itu ngoprek atas nama rasa penasaran dan ingin tahu atau memang bisa ngebenerin? Kalau nggak rusak2 amat terus ngapain dibongkar Mas?

      • cuma ingin tahu masalahnya itu apa bo, barangkali cuma longgar aja solderannya atau gimana. dikasih ke yang jual juga nggak dibuka mesinnya, ya dibongkar sendiri saja. iseng-iseng berhadiah ilmu

        ini elf2 juga sudah tidak layak digunakan secara normal, kecuali dikasih kotak yang membuat dia stabil (tidak goyang atau geser jalur penampil, dll.) ini kesimpulan sementaranya

        kalau ada waktu dicoba benar-benar ngoprek cari tahu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s