Hari Bersih-Bersih

Akhir pekan bagi sebagian orang adalah hari-hari yang berisi aktivitas bersih-bersih. Merapikan ruangan, menata yang perlu ditata, dan menyingkirkan yang perlu disingkirkan. Demikian pula bagi stwn, minggu ini Ia masih melanjutkan perjuangannya melakukan aktivitas-aktivitas ini.

Ia sudah membeli kardus ukuran agak besar, memberi lakban pada pojok-pojok yang memungkinkan terjadinya sobek, menambahkan potongan kardus lain supaya kuat. Yang belum adalah memasukkan radio kompo yang jarang dipakai karena sudah ada radio daring di Internet, baju-baju putih “resmi” kampus dan batik, celana yang agak mbladus, dan lain-lain.

Tumpukan kertas masih ada sebagian di lantai, yang seharusnya sudah bersih dari minggu lalu. Memang sih, untuk menjaga kesederhanaan dan minimalisme serta menghindari gangguan psikologis, lantai perlu selalu bersih dari barang-barang. Setrikaannya juga masih menumpuk di kasur. Belum sekantong pakaian yang perlu dimasukkan ke laundry.

Pagi ini Ia tidak bersepeda seperti biasa, Ia hanya berjemur di dekat jendela, sambil memandangi pos kamling di seberang, kemudian mendengarkan suara anak-anak kecil yang terkadang lewat bahkan dangdutan yang sesekali muncul dari pintu angkot yang terbuka.

Ia berkata dalam hati, terus terang saya menikmati hari ini. Ketika semuanya alami. Ketika semuanya begitu “kacau” dan kita masih saja tersenyum sendiri. Ketika keponakan cucu Ibu kos tiba-tiba muncul di pintu kamar, kemudian minta digendong sambil menangis.

Sungguh indah, sungguh menyenangkan. Alhamdulillah, Engkau telah memberikan kenikmatan yang berharga ini ya Allah.

Iklan

2 thoughts on “Hari Bersih-Bersih

  1. sangprabo berkata:

    Alhamdulillah..

    sangprabo juga mendamba istri yang sholehah kamar yang benar-benar minimalis. Di meja cuma ada mac, setoples kue, dan segelas air putih. Di dalam lemari masih ada baju yang terlalu banyak, harusnya disedekahin aja. Di atas lemari masih ada kardus isinya barang nggak berguna semua.

    Hidup kita terlalu penuh untuk membeli barang baru Mas. Jangan beli barang baru.

    • Sayangnya saya punya kebutuhan, jadi hampir selalu ada barang baru, bo

      Prinsipnya punyai dan gunakan barang sesuai dengan kebutuhan melalui serangkaian pertimbangan yang cukup. Setelah tidak digunakan semoga ada orang lain yang bisa memanfaatkannya, agar umurnya lebih panjang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s