TL-MR3020

TL-MR3020, sebut saja 3020, adalah sebuah perangkat perute/router nirkabel 3G yang portabel. Saya membelinya pada pertengahan bulan Juli melalui sebuah toko daring, karena saya membutuhkan perangkat yang dapat menebarkan pesona sinyal nirkabel ke seluruh penjuru kamar dengan koneksi Internet melalui jaringan 3G. Intine pengen hotspotan ngono wae thok kok susah ngomonge :d

Tentu saja sebelumnya saya melakukan survei terlebih dahulu di toko-toko daring dan forum, serta tidak lupa mempertimbangkan kemudahan untuk dioprek. Ketemu TL-MR3020. Review dan pengguna cukup banyak. Bentuknya ringkas, dan ternyata memang best seller.

Saya tambah gembira ketika mengetahui kalau si 3020 dapat diganti firmware-nya dengan OpenWrt, dan mestinya didukung pula oleh banyak turunan firmware ini. Juga saudaranya seperti DD-WRT. Indahnya hidup.

Pada 3020 terdapat 3 mode yang dapat dioperasikan melalui saklar fisik yaitu 3G, WISP, dan AP. Saya hanya menggunakan mode pertama dan pernah menggunakan yang ketiga. Kekurangan 3020 adalah belum ada modem 3G-nya, yah memang cuma perute saja mau gimana lagi. Jadi saya akhirnya membeli modem 3G di warung dekat kampus, dapat Huawei E153. Setelah dicolok, cocok.

TL-MR3020

Si 3020 ini ringan, ringkas, dan kecil, jadi mudah digendong kemana-mana. Ingat mode musafir. Saya kira beberapa tahun ke depan akan banyak hotspot dadakan di segala tempat di penjuru dunia karena perangkat-perangkat seperti ini. Kekhawatiran saya adalah akan muncul poin akses nirkabel palsu yang akan menjebak manusia yang awam dan tidak awas.

TL-MR3020

Untuk daya, 3020 memakai micro USB yang dapat disambung dengan adapter atau melalui slot USB komputer terdekat.

Saya menggunakan fitur Quick Setup saat pertama kali menggunakan 3020. Akses Internet 3G Only, pilih negara, Mobile ISP yang sudah ada daftar operatornya, set nama SSID, kanal, keamanan nirkabel pakai WPA-Personal/WPA2-Personal, selesai.

Setelah memakai 3020 beberapa lama, saya mulai mencoba konfigurasi lanjut. Saya matikan Connect on Demand yang akan menghubungkan modem ke Internet secara otomatis ketika ada perangkat terhubung, keren kan. Karena keren saya ubah jadi Connect Manually. Saya mengubah pula kisaran alamat IP yang disediakan melalui layanan DHCP di 3020 agar lebih pendek, sesuai dengan jumlah perangkat yang saya punya, ditambah dengan 2-3 slot untuk tamu. #uhuk

SSID pada 3020 saya biarkan memancar (broadcast), agar menggoda orang-orang di sekitar atau membuat mereka bertanya-tanya “Siapa sih yang masang AP ini?”, “AP ini password-nya apa ya?”, dan sejenisnya. Alamat MAC pada beberapa perangkat saya juga dicadangkan untuk mendapatkan alamat IP tertentu dari DHCP di 3020.

Parental Control, Access Control, Advanced Routing, Bandwidth Control, IP & MAC Binding, dan Dynamic DNS, saya biarkan apa adanya, default, setelah sebelumnya saya lihat dulu barangkali ada yang memunculkan kerentanan pada sistem. Saya belum mencoba 3G/WAN failover, fitur yang secara otomatis akan mengganti akses Internet melalui 3G ke LAN/WAN atau sebaliknya, ketika salah satu koneksi mati.

Pada System Tools, saya mengubah zona waktu, backup firmware asli, dan mengubah kata sandi bawaan. Untuk status operasional 3020 dapat dilihat pada halaman pertama antarmuka aplikasi pengelolanya, yang dapat diramban melalui peramban yang kita sukai seperti Firefox.

Selain sebagai perute akses Internet, 3020 juga saya gunakan sebagai hub untuk PC tercinta, melalui porta LAN/RJ45 dengan kabel UTP kategori 5. Yang menarik, si 3020 ini hanya hangat saja walaupun berjam-jam beroperasi, malah modem 3G-nya yang panas. Menurut saya, bagus, karena biasanya perangkat kecil nan kompak sering bermasalah dengan sirkulasi udara/suhu.

Terus terang, sejak dulu saya mendambakan perangkat dengan nama *WRT, yang biasanya tersemat pada beberapa produk Linksys, untuk mencoba firmware terbuka semacam OpenWRT. Kini dengan membeli perangkat yang murah meriah ini saya memiliki kesempatan untuk melakukannya. Kesempatan doang, kapan ngopreknya? :d

Terakhir, kekurangan dari 3020 ini bagi sebagian orang adalah tidak adanya baterai dan sinyal nirkabel yang tidak terlalu kuat. Jadi, saya kira 3020 cocok digunakan untuk AP 3G yang mudah dibawa, dekat dengan sumber listrik, dan cakupan area yang tidak terlalu luas, sekitar 2-3 ruangan.

* Gambar di atas diambil dari situs produk TP-LINK

Iklan

4 thoughts on “TL-MR3020

  1. Sementara aku terjebak dengan iming-iming fitur bittorrent buffalo. Padahal sudah ada beberapa review tak enak dengan router tsb. Sekarang pasrah, yang penting fitur wirelessnya jalan. Seharusnya kompatibel dengan openwrt, cuma edisi jepang khusus ini punya catatan susah di-flash.

    Dinikmati saja kalau begitu.

  2. Aku yo tertarik dengan si Buffalo ton, yang NAS. Untuk menggantikan PC yang kini hanya digunakan sebagai “penyimpan” dan sudah terasa bising

    Belum kuat datanya untuk beli :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s