Ainol NOVO7 Elf II

Seperti yang diungkapkan pada pertemuan tulisan lalu, akhirnya saya mendapatkan perangkat bernama Ainol NOVO7 Elf II, sebut saja Elf2. Elf2 ini sebenarnya adalah sebuah tablet, bukan puyer.

Nyari-nyari khusus pembaca buku-e, eh ketemunya sama tablet juga. Nyari-nyari yang tinta-e, eh ketemunya layar LCD juga. Memang kalau jodoh takkan kemana. Pertimbangan terkuat untuk memilih Elf2 selain terpenuhinya mayoritas kebutuhan pembaca buku-e adalah karena tablet ini bisa pula untuk meramban-ramban web :))

Logo ePUBMari kita periksa kembali daftar kebutuhannya agar jelas. Tinta-e, tidak. Cukup kompak dengan ukuran 7 inci, iya. Desain yang relatif baik, iya dengan catatan. Baterai awet, tidak. Dapat membaca buku-e berformat ePUB dan PDF, iya dengan aplikasi Aldiko dan Adobe Reader[1]. Bersistem operasi Linux atau distro Android, iya. WiFi, iya. Penyimpan dapat ditambah melalui microSD, iya. Bisa dioprek, iya.

Ada 2 hal yang kelihatan tidak sesuai, yakni tinta-e dan baterai. Setelah mencoba menggunakan Elf2, saya kira mata saya masih bisa bertahan dengan layar yang diset minim kecerahannya dan mode malam. Selain itu sampai seberapa lama sih kita membaca buku-e? Untuk baterai 3700 mAh bawaan Elf2 cukup untuk ~24 jam pemakaian normal stwn dengan penggunaan standby-pakai-standby-pakai. Kalau dipanjer mah 6-8 jam juga habis itu baterai.

Saya senang, si Elf2 punya kesempatan diisi dan digunakan untuk fungsi lain selain membaca buku-e.

Spesifikasi
Mungkin pemirsa sudah pernah baca di uplaytablet dan situs lain, tapi saya rangkumkan lagi ya spesifikasi terpenting Elf2.

Ainol NOVO7 Elf II

  • Layar 7 inci kapasitif multisentuh, resolusi 1024×600
  • Sistem Android 4.0.3 (ICS)
  • CPU: AMLogic 8726-M6 dua inti 1,5 GHz (ARM Cortex A9)
  • GPU: Mali 400 MP dua inti
  • RAM: 1 GB DDR3, ROM: 1 GB
  • Penyimpan internal: NAND Flash 16 GB
  • Wi-Fi b/g/n dan G-sensor/Gyroscope
  • Porta eksternal: slot MicroSD, mini HDMI 1080P, mini USB (OTG), jack audio 3.5mm
  • Tidak ada 3G/GPS/Bluetooth

Kesan
Desain fisiknya cukup baik. Terdapat tombol power, volume, dan home. Porta eksternal pun diletakkan sedemikian rupa dengan label sesuai fungsinya. Bahan casing tablet terbuat dari plastik, kebetulan punya saya warnanya hitam matte. Pada beberapa bagian sisi layar Elf2 yang saya dapat seperti agak sedikit kurang pas krep/mantep begitu. Kerasa kalau sengaja ditekan-tekan, bisa bunyi kriet-kriet. Nakutin kan? :D

Elf2 bisa diisi baterainya melalui porta mini USB, atau adapter daya 5V/2A bawaan penjual. Gunakan adapter agar proses pengisian lebih cepat. Saya sempat lihat di Ebay ada yang jual baterai untuk tablet keluaran Ainol, jadi mungkin suatu saat bisa diganti kalau sudah soak.

O iya di Android 4.0.3 (ICS) ada pilihan mode CPU: performance, normal, dan power saving. Sungguh asyik.

Coba-Coba
Setelah mendapatkan paket Elf2, saya langsung memasang firmware kustom dan cocok dengan Feiyu 0608. Jika dibandingkan dengan firmware bawaan dan DarkElf 1.0, Feiyu relatif lebih stabil dan minimalis. Jadi tinggal tambahkan saja apa yang kurang.

Agar Elf2 nantinya bisa membantu presentasi, saya membeli konverter mini HDMI ke VGA. Suatu waktu, saya hanya perlu bawa Elf2 saja dan nggak perlu bawa laptop. Kemudian kabel USB OTG juga disiapkan untuk tempat nyolok flesdis, modem Huawei E153, dll. Si Elf2 saya beri anti gores pula supaya aman dipakai.

Kesimpulan
Secara umum saya cukup puas dengan Elf2, apalagi ini adalah tablet Android pertama saya. Best value.

Dengan harga yang relatif murah, kita bisa mendapatkan spesifikasi tinggi di Elf2. Saya sudah melakukan benchmark dengan AnTuTu Benchmark, nilainya di bawah Transformer Prime, di atas Galaxy SII dan Note. Mode CPU normal, bukan performance. Saya juga mencoba memainkan beberapa gim 3D, jalan mulus.

Saran
Kalau boleh memberikan saran untuk calon pembeli, belilah tablet yang relatif lebih stabil jika dananya tersedia, khususnya jika Anda cenderung langsung ingin pakai barang, tanpa khawatir isu-isu yang barangkali akan muncul jika pembaca cenderung tidak melihat spesifikasi dan tidak begitu ingin mengoprek. Nexus 7 sepertinya bisa jadi pilihan menarik.

Untuk kelas tablet di atas Elf2 dari Ainol ada Aurora II, layarnya IPS seperti yang dipakai iPad. Jika memang sudah pasti akan membeli Elf2, ambil yang serinya SN: B 120616, SN: A 120716, atau setelahnya, lihat di belakang tablet, katanya ini batch produksi kedua dan ketiga. Punya saya SN: A 120616, berarti mestinya batch produksi pertama.

Pengalaman, terkadang pada kondisi tertentu, Elf2 saya tidak bisa bangun dari standby, layar blank, atau tidak bisa dinyalakan. Walaupun jarang, tapi Anda perlu siap jika mendapatkan hal-hal yang menarik ini. Bisa jadi ini karena firmware-nya yang belum stabil, tapi dari cerita di forum-forum untuk batch produksi pertama biasanya ada masalah, dan ini umum di barang-barang elektronik keluaran Cina.

Saat membeli tablet, periksa layar dengan perkakas seperti Screen Checker pada aplikasi ES Task Manager. Kemudian pastikan juga melihat reviewnya dulu di forum dan youtube. Tentu saja sesuaikan dengan kebutuhan, butuh atau tidak ;-)

Forum Elf2: Ainol Forum, SlateDroid, Kaskus

[1] Bisa anotasi dan text-reflow lagi

Iklan

15 thoughts on “Ainol NOVO7 Elf II

      1. stwn Penulis Tulisan

        kalau aku sih enak aja zak :p tapi lebih enak ya tinta-e untuk baca. tergantung kebutuhan sih

        ukuran sebuku agenda gitu, panjang ~19 cm, lebar ~12 cm. nggak bisa dikantongin, kecuali kantongnya agak besar kayak di celana rapper

        soal baterai juga. beda penggunaan, beda waktu habisnya. aku belum coba nguji bener-bener untuk penggunaan tertentu sih, misal main gim dipanjer, atau baca buku-e terus, atau buat internetan terus

        intinya, kalau beli risiko ditanggung sendiri :D

      2. za

        Hihi… kantong celanamu kurang besar kali Wan. Nanti kalau ke tukang jahit, minta buat kantong yang cukup buat tablet 7 inch mu. Hihi….

  1. sangprabo

    Gegara stwn beli gadget baru, sangprabo malah jadi kepengen beli juga. Sangprabo mau tanya sama stwn, kalo dari biaya jangka panjang, beli buku-e ditambah pembaca digital versus beli buku versi cetak dan bertumpuk-tumpuk lebih menguntungkan yang mana?

    Boleh jadi nanti industri buku akan bergeser ke ranah digital daripada terus memakai kertas yang banyak makan kayu hutan kita.

    Beberapa pertimbangan:
    0. Harga pembaca buku-e.
    1. Kemudahan membeli/mencari dan pergerakan. Kalo beli versi cetak susah dibawa ke mana-mana.
    2. Dampak buat lingkungan
    3. Dampak ke kesehatan mata
    4. Produktivitas (takutnya bukannya lebih sering baca tapi malah main game sahaja sepanjang masa)

    Salah satu alasan Psp sangprabo dijual karena kontennya juga bajakan (game PSP yg asli harganya ratusan ribu / sejutaan). Nanti dosa nggak kalo pembaca buku-e malah jadi wadah buat barang2 haram, plus statusnya kita custom firmware (yg tidak dibolehkan oleh perusahaan pembuat pembaca buku-e)?

    Balas
  2. stwn Penulis Tulisan

    Kalau ke depan ya menguntungkan beli pembaca buku-e, bo. Selain jadi alat untuk baca, juga bisa jadi alat konsumsi media lain seperti web

    Sebenarnya yang susah bagi pembaca buku-e di Indonesia. khususnya saya :p. adalah soal bagaimana cara belinya. Nggak punya CC. Paling-paling ya minimal beli buku paperback-nya, terus cari buku-e-nya. Asumsi: fair-use. Berusaha lah :D

    Kalau nggak ya nunggu banyak toko buku digital muncul di Indonesia yang bisa nerima transferan atau model pembayaran mikro. Kompas kayaknya mau bikin perangkat pembaca deh, kalau iya arahnya model Amazon dengan Kindle-nya. Nanti si Kompas jualan koran dan buku digital lewat itu perangkat

    Soal Elf2, saat ini penggunaannya hanya sekedar buat baca buku-e dan dokumentasi yang sudah ada sebelumnya. Kan banyak tuh yang nangkring di komputer dan tetap terpajang sampai sekarang tanpa dibaca, padahal bagus. Selain itu juga untuk meramban web, biasanya lewat aplikasi

    Soal firmware kustom ya itu tadi, beli barang yang memang oprekable men

    Balas
    1. sangprabo

      Sebenarnya yang susah bagi pembaca buku-e di Indonesia. khususnya saya :p. adalah soal bagaimana cara belinya. Nggak punya CC. Paling-paling ya minimal beli buku paperback-nya, terus cari buku-e-nya. Asumsi: fair-use. Berusaha lah :D

      Kalau memang begitu problemnya, kita nanti bisa patungan beli buku Mas. Lagian di Amazon banyak kok yang jual second dan jauh lebih murah (dan konten digital pula), jadi nanti tetep barokah semua ilmu yang kita pelajari. Wallahualam.

      *benerin kopiah*

      Balas
  3. Ping balik: Sendiri « stwn.ngeblog.

    1. stwn Penulis Tulisan

      Apa ya? semua tablet juga bisa dibuat nonton video hehe, format mp4 paling tidak sudah didukung. Cari tablet yang reviewnya bagus dan punya dukungan purna jual yang bagus di Indonesia

      Rekomendasiku mending beli Nexus 7, Zak. Tapi sekarang masih mahal, belum dijual resmi lagi, 3.8 juta untuk yang 16 GB, padahal bandrolnya cuma $249

      Alternatif lain beli monitor LCD yang besar, terus pakai media player. Eh tapi ini untuk disambi jalan-jalan ya?

      Balas
  4. Ping balik: Senggol Dikit, Heng! « stwn.ngeblog.

  5. Ping balik: ROM untuk Elf2 « stwn.ngeblog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s