Mencari Pembaca Buku-e

Kurang lebih 3-4 bulan yang lalu keinginan lama memiliki pembaca buku-e sudah tidak tertahankan lagi. Alasannya, ingin saja saya sudah membutuhkan perangkat yang bisa menggantikan monitor ketika membaca buku-e atau dokumen digital[1], menjadi teman saat presentasi, dan dapat pula membawa beberapa/banyak buku sekaligus tanpa harus menambah beban hidup.

Untuk itu saya mendaftar kebutuhan pembaca buku-e yang dicari: tinta-e, cukup kompak dengan ukuran 6-7 inci, desain yang relatif baik, baterai awet, dapat membaca buku-e berformat ePUB dan PDF, kalau bisa bersistem operasi Linux atau distro Android, WiFi, penyimpan dapat ditambah melalui microSD atau sejenisnya, serta bisa dioprek untuk ditingkatkan fungsinya.

Saya melakukan survei daring ke beberapa lokasi penjualan pembaca buku-e seperti forum kaskus dan toko-toko daring. Sempat nanya-nanya juga melalui pesan privat, tentang fitur dan juga kemungkinan minta tolong untuk pembelian buku-e-nya.

Kindle
Pilihan pembaca buku-e pertama jatuh pada Kindle 3 yang ada papan ketiknya, atau versi klasik terbarunya yakni Kindle 4. Sistem operasi yang dipakai adalah Linux 2.6, sayang saya perlu merogoh kocek lebih untuk versi non-ads pada Kindle yang disebut terakhir. Selain itu modelnya kurang keren dan macho. Kok kayaknya si Kindle harus dielus-elus. Fisik luarnya terlihat lunyu alias licin, terkhusus Kindle versi baru.

Kindle 3
Kindle 3, oleh kodomut.

Saya tidak begitu suka perempuan perangkat yang nantinya tidak bisa diajak susah. Itu sebabnya saya tidak begitu menyukai produk Apple yang mulus dan eksklusif. O iya, walaupun punya koleksi buku yang setahu saya paling banyak, Kindle hanya mendukung format buku-e proprietary AZW dan MOBI, tidak mendukung format terbuka ePUB secara bawaan.

Logo ePUB

Terakhir, Kindle tidak memberikan kesempatan kita untuk menambah media penyimpan eksternal melalui microSD atau sejenisnya. Jadi ya bagi yang suka numpuk koleksi buku-e dan berkas-berkas lain akan mentok pada ukuran maksimal penyimpan yang disediakan oleh Kindle.

Nook Simple Touch
Pilihan kedua jatuh pada Nook Simple Touch (NST) yang ditenagai oleh Android Eclair 2.1, desainnya yang keren, layar sentuh infra merah 6 inci, mendukung format ePUB, ada fitur text-reflow kalau baca PDF, media penyimpan bisa ditambah melalui microSD sampai 32 GB, bisa di-root dan dioprek, serta baterainya paling lama di antara para pembaca buku-e, bisa sampai ~2 bulan, kalau WiFi dimatikan.

Nook Simple Touch
Nook Simple Touch, oleh Wesley Fryer.

Beberapa poin desain NST yang menurut saya keren adalah antarmuka perangkat lunaknya, warna hitam, tombol fisik untuk berpindah halaman pada sisi kiri dan kanan, bentuk yang pas saat dipegang, ada lekukan di belakang pembaca dan permukaan yang berkaret-karet gitu.

Terus terang, saya jatuh cinta pada NST. Semuanya cocok dan sesuai kebutuhan. Apalagi setelah saya baca review dari bermacam media yang mengatakan bagus, termasuk saat saya kroscek juga ke forum dan yutub untuk melihat secara live bagaimana si NST ini.

Kekurangan NST untuk saya adalah NST tidak dirancang untuk meramban-ramban web, walaupun bisa, tidak maksimal dan perlu trik. Desain dari awalnya memang pembaca buku-e sih.

Akhir Pencarian
Setelah menimbang-nimbang di tengah kegalauan kesibukan di kampus, akhirnya saya mencoba membeli NST dari penjual di Jakarta. Saya melibatkan alias minta tolong agan sangprabo agar bersedia menjadi perwakilan kontingen untuk melakukan COD. Agan yang baik hati ini kebetulan akan mampir ke Jogja pada minggu tersebut, jadi ane bisa ambil NST saat ketemu si agan.

Sore itu juga, yang hujannya tidak rintik-rintik, saya segera mengirim SMS kepada sangprabo, meminta bantuannya untuk melakukan COD, disertai kalimat “kalau jodoh, si NST ini bakal kebeli”. Saya ingin membuktikan secara langsung, “sekarang atau kapan-kapan”. Segera saya kirim pesan singkat ke penjual apakah bisa COD sore/malam itu juga. Ternyata hasilnya tidak keburu saudara-saudara. Saya kemudian memberitahukan pada sangprabo bahwa transaksi COD dibatalkan.

Kesimpulan dan Saran
Demikian sedikit cerita pencarian pembaca buku-e yang berakhir dengan kesedihan dan hati yang pasrah dengan ketetapan-Nya bahwa NST bukan jodoh saya saat itu.

Alhamdulillah setelah terus mencari kembali, akhirnya ketemu dengan Ainol Novo 7 Elf II. Semoga ceritanya bisa ditulis pada kiriman-kiriman blog selanjutnya.

Catatan: soal harga, NST > Elf II > Kindle Touch. Masing-masing selisihnya 300 ribuan, tapi jangan lupa bandingkan juga spesifikasinya ;-)

[1] Mengistirahatkan mata dan punggung dengan santai di kasur atau nglesot

Iklan

11 thoughts on “Mencari Pembaca Buku-e

  1. sangprabo

    Gadget stwn banyak sekali ya.. :D

    Apakah stwn punya account di Amazon? Untuk buku-buku yang dibaca itu formatnya seperti apa? Minjem aja di perpusda Mas, kalau nanti buku yang dicari nggak ada, bisa request sekalian kenalan sama yang jaga perpus

    Balas
  2. stwn Penulis Tulisan

    @za: terima kasih, zak. dapat teman baru, teman lama jangan dilupakan

    @sangprabo: /me nggak punya akun Amazon. Buku-buku yang dibaca kebanyakkan berformat EPUB dan PDF

    Balas
  3. sangprabo

    Kalau buku-buku gratisan yang bagus, stwn dapet dari mana? Kalau nanti sangprabo bisa punya akun Amazon, stwn boleh pinjem buku sangprabo. Nanti sangprabo share akun Amazon sangprabo ke stwn.

    Balas
  4. stwn Penulis Tulisan

    Buku yang ada sekarang sebenarnya arsip dari unduhan terdahulu sih bo. Belum habis terbaca. Kalau sumbernya dari mana-mana, sebagian dari situs penulisnya, beberapa dari market di Aldiko

    Kalau seandainya ingin baca yang dari Amazon, oke juga tuh pinjem2an, tapi sekarang /me nyari Kindle for Android nggak dapet ya

    Moga-moga bisa awet ini tablet bo *ngelirik PSP yang tinggal kenangan*

    Balas
  5. Ping balik: Ainol Novo 7 Elf II « stwn.ngeblog.

  6. Ping balik: Senggol Dikit, Heng! « stwn.ngeblog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s