Seperti Rumah Sendiri

Ketika bertamu di rumah orang, terkadang kita mendapat ungkapan “anggap saja seperti rumah sendiri”. Saya sendiri tidak tahu, bagaimana reaksi penghuni rumah ketika saya benar-benar menaati ungkapan tersebut, atau saya berkata “kalau gitu, rumah ini saya jual ya?”.

Sebagian kita menganggap ungkapan tersebut sebagai basa-basi, dan saya cenderung setuju dengan hal ini. Tinggal berapa persen basa-basi, dan berapa persen si empu rumah memang benar mengijinkan kita berlaku layaknya di rumah sendiri.

Untuk persentase terakhir, saya kira akan bernilai besar jika tamu mempunyai hubungan (sangat) dekat dengan pemilik rumah, dan itupun tak mungkin si tamu benar-benar akan bersikap seperti di rumah sendiri. Pertimbangan malu atau nanti dianggap kurang sopan.

Dan wagu juga, di rumah orang kok sembarangan. Kita perlu menghormati mereka, apalagi kalau sudah dijamu dengan makanan dan minuman yang enak-enak, apalagi makan besar. Haha. Anak kos banget.

Pun jika seandainya tamu benar diminta untuk bersikap dan bertingkah laku seperti di rumah sendiri. Ia semestinya melakukan pula kewajiban yang ada di rumah tersebut seperti memperbaiki genting yang bocor, mencuci piring, membersihkan rumah, dan lain-lain.

Ada hak, ada kewajiban.

Saya ingat di dalam bahasa Inggris terdapat 2 kata yang berbeda untuk rumah, home dan house. AFAIK, yang pertama mengacu ke tempat yang dianggap “rumah”, dan yang kedua mengacu ke tempat secara fisik.

Jadi home bisa di mana saja, tidak terikat fisik. Karena itu ada ungkapan “feels like home“, “homy“, dst. Kos dapat kita anggap sebagai home, rumah mertua bisa kita anggap home, emper toko dapat kita anggap sebagai home, (hati) seseorang bisa kita anggap home, dekapan ibu dapat kita anggap sebagai home, perpus bisa kita anggap home, dan tempat kerja dapat kita anggap sebagai home.

Karena hal-hal tersebut kita anggap sebagai home atau “rumah”, maka semestinya kita melakukan kewajiban memelihara “rumah” tersebut. Kalau pintu ruangan kantor berderit ya bawa oli dikasih oli, kalau lantai kos kotor ya disapu, kalau buku-buku perpustakaan berantakan ya dirapikan.

Tanpa pikir panjang. Toh kita memperbaiki “rumah” kita sendiri.

Banyak hal bisa kita lakukan di tempat yang kita anggap “rumah”. Tinggal seberapa sadar kita, seberapa perhatian kita, seberapa cekatan dan responsif kita dalam memelihara “rumah” kita sendiri. “Rumah” kita sendiri.

Iklan

2 thoughts on “Seperti Rumah Sendiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s