Tenis Meja

Olah raga yang paling saya gemari saat kecil dulu adalah bulu tangkis, selain punya juga keinginan untuk ikut bela diri semacam karate. Bapak saat itu membelikan 2 buah raket dan satu kaleng(?) yang berisi shuttlecock[1], sehingga kami dapat bermain di depan rumah hampir setiap sore.

Bapak juga punya hobi bermain tenis, terkadang saya diajak ke lapangan tenis untuk melihat beliau bermain. Tentu saja bapak menggunakan raket tenis, bukan raket bulu tangkis. Beliau juga punya satu kaleng bola tenis, yang sering saya gunakan bolanya untuk bermain-main. Hijau warnanya, lucu.

Selain bulu tangkis dan tenis, olah raga yang mirip adalah tenis meja aka ping-pong. Seperti tenis, tapi di meja. Menggunakan bat, raket kecil terbuat dari kayu dan memiliki bantalan karet. Sayangnya, saya tidak merasakan permainan ini saat kecil. Ketemunya saat besar.

Saya sendiri tidak ingat kapan ikut bermain tenis meja. Saya hanya sadar agak mahir bermain permainan ini saat kuliah di Bandung. Di tempat kos seorang teman yang punya meja ping-pong, dan mereka bermain kala senggang. Tentu saja saya juga ikut bermain.

Dirk Hofmann, CC BY NC.

Tidak tahu, apa karena secara alami saya menggunakan raket dulu saat bermain bulu tangkis, hanya saja raketnya lebih pendek, saya begitu terbawa saat bermain *lebai* Saya mencoba bermacam teknik sendiri, seperti servis dengan putaran/spin, dari atas atau bawah, kemudian pegangan biasa atau gaya memegang pensil.

Mungkin memang alami ya, aksi-aksi saya yang dilakukan saat bermain tenis meja seperti sebuah harmoni gerakan yang tidak saya pikirkan. Seperti membuat sentuhan dengan raket pada bola hingga bola jatuh di pinggir meja dekat lawan sehingga bola akan terpeleset, dan lawan tak dapat memukul karena bola sudah terlanjur jatuh dan berubah arah.

Bisa jadi ini hanya kelebaian dan perasaan saya saja, tapi paling tidak ketika “turnamen” antar teman-teman di kos tersebut, tunggal atau ganda, saya selalu sampai ketemu dengan orang yang paling mahir di kos :D Kapan ya main ping-pong lagi?

[1] Padanan katanya apa ya?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s