Memberikan Pilihan

Kata orang, jikalau seseorang memilih karena percaya akan pilihannya, dari mungkin perbandingan, main-main, dan eksplorasi sampai ketemu tepatnya pilihan tersebut, orang tersebut relatif lebih kuat keilmuan dan kepercayaannya. Karena apa yang Ia dapat berasal dari perjuangan, apalagi jika perjuangannya ilmiah sekali :D

Pada tulisan saya yang lalu, saya tergugah, terkesan, dan terilhami dari makna pilihan. Sembari mengingat kembali banyak nasihat orang mengenai hal ini. Memberikan pilihan, memberikan jalan alternatif, menyediakan pula cara untuk memilih.

Terkadang, orang memang perlu main-main dulu, sebelum serius. Seperti ungkapan pada tulisan saya sebelumnya. Dipuas-puasin dulu deh, nanti baru mentas. Saya jadi ingat komentar @sangprabo, kurang lebih “berikan saya kesempatan” ;-)

Saya mengerti, dan mencoba mengerti bahwa perjalanan orang dan cara mendapatkan pilihannya berbeda-beda. Di sini saya bicara topik yang umum lho.

Bapak, suami Ibuk, pernah berkata “Kalau adik minta dibelikan A, akan Bapak belikan.” Saat itu saya hanya diam, mencoba menerjemahkan, tapi yang menguasai pikiran saya saat itu adalah penolakan terhadap pendapat Bapak. Karena apa? karena pendapat tersebut rentan dengan pembiaran terhadap anaknya sendiri[1].

Kemudian saat ini saya menyadari, terkadang kita perlu membiarkan orang untuk menemukan jalannya sendiri. Kalau memungkinkan, dibantu dari belakang, tanpa terlihat. Jangan sampai terlihat. Biarkan Ia berdiskusi dengan dirinya sendiri, mengeksplorasi pilihan, membuat percobaan, gagal atau sukses, menikmati pilihannya.

Kekhawatiran banyak orang adalah ketika kita membiarkan orang untuk melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan, menurut pandangan/kepercayaan kita, kita membiarkannya terjatuh, terjerumus. Saya kira ada benarnya jika kita memberikan sedikit peringatan, tapi tak berlebihan. Biasa saja. Tidak melibatkan ego.

Pada akhirnya, kita hanya dapat berusaha dan berdoa, terhadap diri kita sendiri, orang-orang yang kita cintai, dan banyak orang yang sebenarnya mempunyai keinginan untuk mendapatkan kebahagiaan dan kehidupan yang baik.

[1] Ketakutan bahwa Saya khawatir hal tersebut akan menyeretnya sepanjang hidup *lebai*

Iklan

2 thoughts on “Memberikan Pilihan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s