Media Pelampiasan

Sebagian orang mempunyai mimpi, mimpi yang tak kunjung kesampaian. Sebagian lagi mempunyai sesuatu yang ingin disampaikan, curhat, tapi juga tak kunjung mendapatkan tempat atau media. Terkadang bahkan sering, media/sarana apa saja yang mereka temui dijadikan media pelampiasan, termasuk blog :))

Setiap bentuk aliran perlu ada salurannya. Jika kita tilik lebih jauh, mengapa anak-anak jalanan bergaya punk? mengapa ada balapan liar? mengapa ada yang curhat atau curcol di media sosial? mengapa ada orang yang jajan sembarangan? mengapa ada pemain gim yang rela menghabiskan berhari-hari waktunya di depan komputer? Mengapa massa menghakimi pencuri atau orang yang menabrak sesuatu yang seharusnya tidak ditabrak?

Kalau boleh disimpulkan dari awal, hal ini disebabkan salah satunya karena kekurangan atau keminiman media untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Media pelampiasan. Media untuk menyalurkan. Dan pada beberapa kasus, media sebenarnya ada tetapi tak tersedia saat dibutuhkan. Seperti pelukis kehilangan kanvasnya untuk melukis.

Jadi, saat kita melihat orang-orang yang menyalurkan suatu hal pada media yang kurang tepat, kita perlu berpikir konstruktif atau minimal berempati “Oh mungkin hanya ini yang mereka punyai dan banggakan. Seandainya mereka memiliki jalan/sarana yang tepat, pasti mereka akan lebih dapat diarahkan ke hal yang lebih baik dan bermanfaat.”

Iklan

3 thoughts on “Media Pelampiasan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s