“Orang Gila”

Dalam 1-2 bulan ini saya memperhatikan di dalam perjalanan saya ke kampus, dengan melalui jalan yang berbeda, ada beberapa orang yang terlihat terlantar. Sebagian orang menyebutnya dengan “orang gila.” Saya kira orang-orang ini perlu diuji kegilaannya supaya disebut demikian.

Mereka umumnya setengah telanjang atau bahkan telanjang dengan tubuh kotor. Sering membawa bungkusan dan tas plastik, entah saya tak tahu isinya apa. Berjalan tanpa arah, sering hanya bengong, baik berdiri ataupun duduk.

Terkadang saya berpikir, apa tidak ada yang memperhatikan ya? baik masyarakat atau pemerintah setempat tentang nasib orang-orang terlantar ini, yang butuh sekedar makan, pakaian, dan kalau ada tempat berteduh. Atau apakah saya sudah “gila” sehingga sempat memperhatikan “orang gila”?

Iklan

3 thoughts on ““Orang Gila”

  1. sangprabo

    Dulu di deket rumah saya ada orang gila, namanya si Boy. Waktu saya kecil kira2 Boy ini usianya 30-an. Si Boy ini gilanya cuma nggak mandi, berak sembarangan, sama kalo tidur suka di keranda masjid. Boy nggak ganggu, cuma bau dan suka senyum2 sendiri. Pada akhirnya Boy dibawa warga ke Rumah Sakit Jiwa di kota. Boy nggak ada keluarga. Saya tidak tahu nasib si Boy sekarang.

    Tapi saya juga pernah punya temen depresi terus jadi ‘agak-agak’. Sekarang sudah sembuh dan bekerja di sebuah Bank milik pemerintah.

    Balas
  2. stwn Penulis Tulisan

    Jadi ingin tambah cerita. Minggu lalu saya baru lihat ada orang makan makanan yang diambil dari tempat sampah dan sepertinya nikmat sekali..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s