Konfigurasi FD dan RD

Hal iseng pertama yang saya lakukan setelah membeli sepeda adalah mencoba melakukan konfigurasi Front Derailleur (FD) dan Rear Derailleur (RD) sendiri. Terus terang butuh waktu dan kesabaran tentu saja.

Dulu saat membeli komputer pertama, saya mengutak-atiknya sehingga komputer tersebut tidak dapat di-boot sampai harus dibawa ke toko untuk diperbaiki. Demikian halnya dengan sepeda, saya mencoba mengkonfigurasi sendiri FD dan RD-nya sehingga banyak hal terjadi:

  • muncul suara-suara tidak pas antar gigi
  • rantai melompat dari gigi terbawah RD hingga terjebak di antara sproket dan rangka penjepit as roda
  • rantai pada chainring/gigi depan tidak mau naik ke gigi di atasnya, padahal indikator shifter sudah menunjukkan gigi yang bersangkutan
  • dan lain-lain.

Memang benar saat membawa pulang sepeda, semua terkonfigurasi dengan cukup baik, tapi karena iseng dan juga sok tahu dengan menganggap semuanya harus begini begitu, misal semua konfigurasi gigi harus halus (sekali) maka terjadilah hal-hal yang diinginkan.

Sekian hari mengutak-atik FD/RD tidak beres-beres. Membaca manual singkat bawaan sepeda, mencari informasi di Internet dan forum daring. Dibaca sih dibaca, tapi kok tidak beres-beres ya, ternyata memang butuh informasi tambahan dalam bentuk praktik terbaik, dan juga pengalaman.

Akhirnya setelah mendapatkan konfigurasi yang pas untuk jalan, segera sepeda dibawa ke toko/bengkel tempat membeli sepeda :D Ketika ditanya oleh mekanik, “Ini diutak-atik ya?” Saya langsung mengamini, sambil mengamati gerak-gerik mekanik dalam mengkonfigurasi FD dan RD. Terjadilah pencurian ilmu.

Setelah selesai saya segera mencobanya kemudian kembali ke toko tersebut sambil bertanya “Kok tidak pas ya di gigi ini dan itu? Apa semua gigi tidak bisa halus lus, Pak?” Dijawab “Sepeda yang pakai FD/RD itu butuh penyesuaian, Mas. Misal, saat gigi depan paling besar, yang belakang paling tidak di 3 buah gigi terkecil. Saat gigi depan paling kecil, gigi belakang di 3 buah gigi terbesar. Untuk gigi depan pada posisi tengah (2) ya gigi belakang ada di 3 buah gigi posisi tengah.”

Asumsi seorang pemula memang sering kali berbeda dengan orang yang berpengalaman, tapi dengan mencoba, mempelajari masalah, dan berinteraksi dengan orang yang lebih tahu akan meningkatkan ilmu pemula tersebut.

Setelah beres, saya mencoba terus mengkonfigurasi FD/RD sendiri. Alhamdulillah bisa sedikit demi sedikit dan puas dengan konfigurasi FD/RD sepeda yang sekarang. Pokoknya bawa obeng plus saja.

Iklan

5 thoughts on “Konfigurasi FD dan RD

  1. sangprabo berkata:

    > misal semua konfigurasi gigi harus halus (sekali) maka terjadilah hal-hal yang diinginkan

    Mungkin maksudnya “hal-hal yang tidak diinginkan”? #riwil

    Nan tak kalah penting, kita harus qonaah juga Mas kalau sudah punya sepeda. Jangan menuruti nafsu untuk melakukan modifikasi/upgrade ke hal-hal nan tak penting. Demikian ya Mas Stwn, assalaamu’alaikum…

  2. Bowo ysh, yang dimaksud memang hal-hal yang diinginkan bukan hal-hal yang tidak diinginkan. Karenanya harap maklum

    Makasih untuk poin komentar kedua. Tapi percayalah wo, saya mengganti bagian-bagian sepeda karena ada tujuannya #selaluadaalasan

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s