Bahasa dalam Percakapan

Ketika menulis saya berusaha untuk menggunakan bahasa yang baik dan benar tetapi tidak kaku, khususnya ketika tulisan yang dihasilkan formal seperti karya ilmiah, walaupun sampai sekarang saya belum ada publikasi :D

Dalam menulis blog pun begitu, bedanya saya memberikan beberapa istilah gaul, emosikon, atau sentuhan-sentuhan dialog antar manusia yang sering tidak dapat diekspresikan dengan praktis jika digunakan bentuk formal dan kata yang baku.

Berbicara dialog, berbicara tentang percakapan. Yang diinginkan dalam percakapan adalah sebuah pertukaran informasi seperti berbagi dan bercanda. Intinya adalah kejelasan apa yang dibicarakan. Sebisa mungkin kita menggunakan kata-kata yang kompak dan ringkas, tapi benar-benar sampai ke lawan bicara.

Jadi, memang perlu dibedakan antara bahasa dalam tulisan dan percakapan karena konteksnya memang berbeda. Maksimal yang dapat saya sisipkan sekarang ini saat melakukan percakapan adalah istilah, terjemahan, atau padanan dalam Bahasa Indonesia, contoh unduh dan unggah. Itupun kalau ingat :))

Akhirnya, bahasa dalam percakapan adalah bahasa untuk menjelaskan secara ringkas dan praktis tetapi mengena. Saya malah jadi ingat sebuah istilah “dialog di elevator,” bagaimana kita dapat menjelaskan kepada orang tentang suatu hal dalam waktu maksimal 2 menit, dan orang tersebut paham.

Sebagai penutup kiriman blog ini, saya kutipkan perkataan Feynman tentang percakapan:

The real problem in speech is not precise language. The problem is clear language.

Iklan

One thought on “Bahasa dalam Percakapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s