Membuang Kuitansi

Saya gemar mengumpulkan kuitansi atau nota, baik saat berbelanja sampai berobat. Baru-baru ini saya dapati koleksi kuitansi menumpuk dan saya putuskan untuk membuang kuitansi yang sudah tidak diperlukan lagi.

Kebanyakkan kuitansi yang saya buang adalah bermacam kuitansi berobat dalam waktu ~6 bulan, yang jumlahnya 59 buah dan resep dokter 5 buah. Eh, ternyata saya juga masih menyimpan koleksi tiket bus sebanyak 44 buah.

Setelah dipikir-pikir kok rasanya kita terlalu banyak menggunakan kertas ya, padahal ini baru kuitansi atau nota. Dan juga sesuatu kalau dikumpulkan terus menerus jadi banyak, benarlah sebuah pepatah arab yang mengatakan:

Sesungguhnya gunung itu berasal dari batu-batu kerikil yang dikumpulkan.

Iklan

5 thoughts on “Membuang Kuitansi

  1. sangprabo berkata:

    Perlu juga diwaspadai kalo itu gejala Hoarding Disorder Mas, kalau sudah ditanggung insurance, kenapa kuitansi berobat juga mesti disimpan Mas? Atau mungkin lebih baik kalau di-digitalkan saja?

  2. ini memang tidak ditanggung oleh askes, wo. askes pantesnya dipakai untuk sakit biasa dan melahirkan :D

    dulu sengaja dikumpulkan untuk menunjukkan sejarah perkembangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s