Keramahan Pelayanan

Terus terang saya suka dan terkesan dengan orang, pelayan atau penjual barang/jasa, yang ramah dalam melayani. Entah orang itu jadi membeli/melakukan transaksi atau tidak.

Saya lebih senang jika mereka memberikan pelayanan yang lebih dari harapan kita, misal mereka bersemangat dalam mengambil barang kemudian bercerita, bahkan mereka mau merekomendasikan barang/jasa di tempat lain secara spesifik jika memang mereka tidak punya barang/jasa yang kita cari.

Inilah menurut saya yang perlu kita utamakan, saya kira masing-masing dari kita adalah penjual barang/jasa. Kita perlu mengutamakan nilai manfaat. Nilai manfaat bagi pelanggan, yang nantinya nilai tersebut akan kembali pada diri kita sendiri.

Terkadang sebagian orang tidak melayani dengan maksimal disebabkan oleh penghakiman terhadap pelanggan yang datang, entah karena pakaiannya, gerak-geriknya, pertanyaannya yang merepotkan dan rinci, rewel, dst. Seharusnya kita perlu punya anggapan bahwa semua orang yang datang mempunyai potensi untuk menjadi pembeli.

Kalau memang tidak beli saat itu, mungkin lain kali. Kalau jodoh tak akan kemana. Sebagian orang tidak memperhatikan bahwa pelayanan saat ini adalah investasi di masa mendatang.

Saya pernah pergi ke sebuah toko, tanya macem-macem, bolak-balik, tapi tidak beli. Karena saya mendapatkan pelayanan yang ramah, informasi yang cukup, kemudian saya pertimbangkan beberapa waktu. Saya kembali lagi ke toko tersebut dan membeli barang yang ditawarkan, karena sesuai dengan spesifikasi yang saya cari.

Lain waktu saya pergi ke sebuah toko A untuk mencari lampu sepeda dan diberikanlah lampu X dengan spesifikasi yang sebenarnya saya cari. Hanya saja karena pelayanan dan informasi yang kurang tentang barang, misal baterainya pakai apa, apa ada jenis lain, apa dapat dicoba, dst. Saya ragu untuk membeli.

Kemudian saya pergi ke toko B dan diberi lampu X yang sama persis dengan yang di toko A. Di toko ini saya diberi informasi memadai serta didemokan penggunaannya. Saya tertarik dan mengatakan dalam hati, inilah yang saya cari. Kemudian saya membeli lampu X tersebut.

Selain mendapatkan barang yang saya cari, ternyata saya mendapatkan salah satu pilihan toko yang akan saya datangi jika saya butuh barang-barang tertentu, yaitu toko B.

Moral dari cerita ini adalah, kita perlu punya jiwa penolong.

Iklan

2 thoughts on “Keramahan Pelayanan

  1. stwn berkata:

    Benar wo, yang penting dapat membuat orang tersenyum dan menolong orang tersebut mencari apa yang mereka cari

    Repotnya kalau yang dicari adalah barang abstrak, seperti cinta #eeaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s