Tukang Nasgor

Tadi malam saya sempatkan mampir ke warung nasi goreng langganan. Saya melanggan di warung tersebut bukan apa-apa, hanya karena cocok di lidah dan penjualnya ramah. Keterikatan emosional bukan? seperti kecenderungan masyarakat memilih orang dari desanya saat pemilihan bintang di televisi :d

Saya tak dapat menghitung berapa banyak si abang ini pindah tempat, mungkin ada 4-5 kali. Tadi malam saya tanya “Kenapa pindah terus si, Mas?” jawabnya “Iya Mas, ini juga mau pindah lagi.” Sebenarnya respon agak tak nyambung, tapi inilah yang akan dibahas.

Mas penjual nasgor ini hanya bermodalkan gerobak dan tenda sementara yang akan dibongkar-pasang saat membuka dan menutup lapak. Tempat yang digunakan untuk berjualan adalah di depan rumah atau toko orang, yang memang tak dipakai atau belum difungsikan.

Masalahnya adalah ketika rumah atau toko akan dipakai, mas penjual harus pergi meninggalkannya, tentu saja dengan kenangan-kenangan manis yang melekat di tempat tersebut. Efek dari semua ini adalah banyak pelanggan, seperti saya, akan kehilangan kontak dengan penjual.

Bagaimana aku akan menelponmu jika engkau terus mengganti nomor teleponmu?

Beruntung, penjual nasgor selalu berjualan di sekitaran jalan atau daerah tersebut saja, tidak pindah kelurahan, kecamatan atau bahkan kabupaten lain. Jadi para penggemarnya bisa mencari dengan leluasa. Cirinya mudah, ingatlah penjualnya, yang hampir selalu tersenyum.

Btw, bisa jadi, karena keseringan pindah, banyak penggemar akan memilih warung lain, yang lebih dekat dan dapat ditempuh dengan jalan kaki atau kayang, atau juga karena rasa yang berbeda dan begitu populer di kalangan masyarakat di daerah tersebut.

Intinya, perubahan itu pasti. Dan mas penjual nasgor adalah seseorang yang menikmati perubahan kondisi dan tetap eksis dalam percaturan nasi goreng. Istiqomah dalam berjualan. Tetap ramah. Melayani dengan cepat dan tepat.

Kesimpulan lainnya adalah hanya penggemar sejatilah yang akan mencari warung favoritnya. Seperti aku yang akan selalu mencari nomor teleponmu. *opoiki*

Iklan

One thought on “Tukang Nasgor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s