Nostalgia Dokumen

Saat ini saya sedang membuka arsip CD berisi referensi saat saya belajar komputer, jaringan, dan sistem GNU/Linux. Melihat isinya cukup membuat saya tertawa, minimal tersenyum. Bagaimana tidak, dalam satu dekade teknologi begitu cepat berubah.

Beberapa di antara dokumen ada yang berisi kata-kata “FrontPage, IIS, NT, oracle, vb, win95,” dan saya belum pernah membacanya sama sekali. Ketahuan hanya sekedar koleksi saja :D Yang paling banyak saya baca adalah HOWTO dari The Linux Documentation Project aka TLDP. Sering saya memutakhirkan sendiri seminggu atau dua minggu sekali dari situs webnya.

Selain itu buku elektronik “The Linux System Administrators’ Guide” dan “Linux Administrator’s Security Guide” yang dibaca sambil lalu. “DNS and BIND” saya baca sedikit mendalam, menghasilkan turunan beberapa artikel. “Maximum Security: A Hacker’s Guide to Protecting Your Internet Site and Network” dibaca awalnya saja. Demikian pula “TCP/IP Network Administration” dan sejenisnya.

RFC dibaca sekali dua kali walau tak mudeng. HTML 4.01 Spec dan artikel yang berhubungan dipelajari untuk membuat situs web pribadi. Dulu disebut dengan homepage yang disimpan di penyedia gratisan semacam Geocities. “Incredibly Simple Shell Programming” dibaca dan menghasilkan turunan tutorial di klub komputer kampus. “Maximum RPM” menjadi kitab penting, karena saya ikut berkontribusi pada Rimbalinux yang dikembangkan dengan basis Red Hat.

Terus terang saat itu kemampuan Bahasa Inggris saya terbatas sekali[1], jadi kamus Inggris-Indonesia selalu ada di samping saya saat membaca dokumentasi-dokumentasi tersebut. Sering, daripada harus bolak-balik baca dokumen-kamus, saya memilih untuk membaca terus saja. Ketika ada kata-kata yang berulang baru dicari di kamus, apalagi jika secara umum kalimatnya susah dimengerti.

Demikian, saya hanya ingin mengucapkan syukur kepada-Nya yang memberikan umur dan kesempatan untuk belajar banyak. Alhamdulillah.

Terima kasih[2] kepada teman tandem saya, semua orang dan pengarang yang telah membantu saya melalui media, buku-buku[3] dan dokumentasinya. Semoga saya dapat meneruskan perjuangan menghasilkan sesuatu yang bisa memandu generasi setelah saya. #uhuk

[1] Sekarang sedikit mengerti baca dan tulis.
[2] Layaknya ucapan terima kasih di album kenangan.
[3] Semoga dianggap sebagai fair use untuk banyak buku yang digunakan.

Iklan

One thought on “Nostalgia Dokumen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s