Catatan Harian

Dulu, saat kecil, saya suka menulis diary. Bentuknya bisa buku kecil atau sejenisnya, kadang-kadang saya gunakan buku tulis biasa. Diary merupakan buku harian. Catatan keseharian kita, walaupun sebenarnya tak ditulis setiap hari.

Semakin lama, cara manual dengan tulisan tangan di buku secara fisik sudah mulai berkurang, karena digantikan dengan teknologi informasi. Sekarang ini, blog adalah salah satu yang saya kira pantas menjadi pengganti diary atau catatan harian kita, sekaligus media untuk berbagi catatan-catatan tersebut. Tidak ada yang lain[1].

Jika ada yang mengusulkan Facebook atau Twitter, boleh saja, tapi saya kira kedua layanan tersebut lebih banyak mudharat daripada manfaatnya bagi yang suka menulis. Ya intinya hati-hati saja menggunakan kedua layanan tersebut. Saya kira yang terakhir lebih aman daripada yang disebutkan pertama. Terlalu banyak hal yang mbingungi alias distraction di sana.

Saya pernah melihat ada seseorang yang menulis terbitan-terbitan blog, kemudian menghapusnya karena dia kira tak begitu penting. Saya hanya bertanya “Kenapa terbitannya banyak dihapus?”

Banyak hal bisa kita dapatkan dengan meninggalkan jejak-jejak kita selama hidup di catatan harian dalam bentuk blog. Dengan menulis kita melatih diri untuk mengungkapkan ide, gagasan, pengalaman, ke dalam tulisan terstruktur yang asyik dibaca[2].

Dengan menulis kita berlatih untuk berani mencurahkan sesuatu. Dengan menulis kita belajar untuk disiplin. Dengan menulis kita belajar untuk teliti. Dengan menulis kita dapat mengerti diri kita sendiri. Setelah sekian lama menulis, pasti kita akan melihat bagaimana progres atau perkembangan diri kita.

Dulu mungkin kita hanya asal tulis, format paragraf kacau, pemilihan kata yang digunakan tak sesuai, kekanak-kanakkan, dst. Sekarang bisa jadi sama saja :d tapi saya yakin pasti ada bedanya, tergantung seberapa lama kita menulis. Setahun, dua tahun, tiga tahun, bertahun-tahun? Banyak hal akan menjadi berbeda.

Dengan menulis kita menemukan diri kita sendiri. Dengan menulis kita menjadi lebih baik dengan terus melatih diri. Dengan menulis kita meninggalkan sesuatu yang bisa saja berarti.

[1] Fiturnya pas, tersimpan pada peladen terdedikasi, sehingga relatif abadi saat kita mati.
[2] Definisi asyik berbeda bagi banyak orang. Paling tidak asyik dibaca sendiri.

Iklan

2 thoughts on “Catatan Harian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s