Tidur Cukup

Ada banyak hal yang dapat dibahas mengenai tidur. Tidur sebagai sarana beristirahat. Tidur sebagai sarana bermalas-malasan. Tidur sebagai media untuk mengisi waktu luang.

Tidur yang cukup adalah tidur yang dilakukan sekali sehari di malam hari. Sekali tidur, sekali bangun. Cukup. Selain itu bersifat insidentil.

Hidup kita sudah banyak terisi dengan tidur. Kadang kita terjaga tetapi tidur. Kadang kita berbicara tetapi kita tidur. Kadang kita bekerja tetapi tidur.

Mengutip ucapan yang sungguh elok dari seseorang yang alim[1], semoga Allah merahmati beliau,

Sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dari dirimu. — Hasan Al Bashri

[1] Alim berarti berilmu

Iklan

One thought on “Tidur Cukup

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s