Dua Kota

Sejak minggu lalu saya sudah mulai menjalani apa yang dinamakan dengan hidup di dua alam kota. Menyenangkan juga mengkhawatirkan.

Senang karena bisa kembali ke kota yang pernah saya tinggali 4 tahun lalu, juga khawatir kalau sulit dalam menjalankan amanah-amanah yang telah diberikan selama ini.

Proses “pindahan” sendiri dilakukan Rabu pagi kemarin dengan membawa sedikit barang bawaan berupa matras, karpet puzzle, pakaian secukupnya, “galon,” termasuk radio yang sebelumnya sempat ingin saya kirimkan ke kota ini.

Tak tahu kenapa saya melihat kembali kepingan-kepingan takdir dalam segala hal. Dana yang tiba-tiba muncul di rekening –yang nantinya saya gunakan untuk membayar kos-, jadwal kegiatan yang pas, rencana-rencana lama, pertemuan dengan kawan-kawan, kos lama, acara, berita dari rumah, dan lain-lain.

Saya menjadi lebih percaya bahwa setiap apapun yang ada di dunia ini sudah ditakdirkan. Sudah ada skenarionya. Paling tidak saya –tak tahu bagaimana prosesnya- melihat rincian kejadian, termasuk benda-benda mati, yang saya pahami sebagai sebuah takdir pada saat itu terjadi. Seperti kebetulan.

Mungkin bagi Anda saya berlebihan atau terlalu sentimentil. Tak apa. Yang pasti, saya percaya detik ini saat ini semua kondisi yang ada pada diri saya adalah yang terbaik.

Mengutip sebuah ayat,

… dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz.) — QS. Al An’am 59

Semoga Allah selalu memberikan taufik, keafiatan, kesabaran, dan kekuatan. Amin.

Iklan

4 thoughts on “Dua Kota

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s