Basa-basi

Beberapa orang, secara alami, kurang suka dengan basa-basi dan menganggapnya sebagai sebuah aktivitas yang tidak “to-the-point.”

Dulu saya sendiri menerapkannya benar-benar, sering sekali tidak melakukan basa-basi. Tetapi lambat laun saya memahami kita semua membutuhkan hal itu sebagai sebuah tata krama, paling tidak sedikit.

Saya sebenarnya pun menganggap pertanyaan “apa kabar?” yang kita lakukan hanya sebagai sebuah basa-basi yang mengandung kepura-puraan bahwa kita memperhatikan orang yang kita ajak bicara. Padahal sering kenyataannya tidak.

Kenapa kita tidak mencoba berniat bahwa kita memang ingin bertanya keadaan seseorang dan berdialog dengannya? walaupun dalam waktu yang terbatas.

Dapatkah kita mengubah aktivitas basa-basi menjadi aktivitas dialog (singkat) yang sebenarnya? Berbasa basi tanpa berbasa basi :D

Iklan

3 thoughts on “Basa-basi

  1. za

    Tanpa basa-basi nanti seperti robot, Wan. Tak ada perasaan. Eh, robot zaman sekarang sudah pintar ya.

    Dulu awalnya aku juga seperti kamu, benci dengan basa-basi. Namun belakangan sekarang saya melihat basa-basi sebagai teras. Seperti rumah, ada teras sebelum masuk.

    Asal jangan basa-basi terlalu panjang, nanti ruang keluarganya jadi sempit. Hihihi….

    Balas
  2. sangprabo

    Saya sebenarnya pun menganggap pertanyaan “apa kabar?” yang kita lakukan hanya sebagai sebuah basa-basi yang mengandung kepura-puraan bahwa kita memperhatikan orang yang kita ajak bicara. Padahal sering kenyataannya tidak

    Menurut saya nggak juga. Kadang itu jadi pertanyaan pembuka kalo kita udah lama nggak ketemu orang, semacam convention. Misal seperti “ke mana aja nggak keliatan?”, “where have you been?”, dsb. Kalo udah sering ketemuan, nanya begitu malah kaku/aneh. Pupil mata juga ngefek, kalo sambil membesar (berbinar, plus alis agak ngangkat), itu berarti orang itu bener2 kangen/memperhatikan kita. Tapi kalo cuma “halo..” dengan intonasi datar, mungkin maknanya “ah, elu lagi elu lagi…” :D

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s