Menjadi Menteri?

Saya ingat dulu ada seorang kawan terbaik saya yang mengatakan “Wan, jangan jadi menteri ya!” Saya hanya tersenyum saja, seperti biasa. Saya memang suka diam dan senyam-senyum :D

Di dalam hati saya berkata “Mana mungkin stwn jadi menteri!” Saya tak bisa berkomunikasi dan bersosialisasi seperti yang seharusnya dilakukan seorang menteri. Saya tak punya bakat. Kalau mantri itu mungkin! haha.

Saya bertanya-tanya, apa yang menjadikan kawan saya itu mengatakan pernyataan seperti itu? jangan-jangan saya memang bermental “menteri”? Semoga tidak.

Saya menyimpulkan alasannya seperti ini, dulu saat saya bersekolah di 2 kampus, saya sering berhubungan dengan lembaga dan organisasi, secara langsung maupun tidak langsung (sekali). Saya sering bertemu orang-orang melalui aktivitas, proyek, seminar, dll sehingga *mungkin* saya punya keinginan untuk menjadi orang yang saya temui.

Bisa iya, bisa tidak. Saya sebenarnya tak lebih dari “kacung”, kasarnya. Di seminar pun saya hanya menyampaikan apa yang perlu disampaikan, setelah itu pulang. Tak ada Sedikit basa-basi. Diminta ke depan pun saya enggan. Saya tak mau dipajang.

Mungkin suatu saat saya perlu bertanya lebih rinci kepada kawan saya itu –yang selalu saya rindukan- kenapa dia mengatakan pernyataan itu.

Mengutip Thoreau,

Rather than love, than money, than fame, give me truth.

Iklan

5 thoughts on “Menjadi Menteri?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s