Karier

Tadi pagi sampai sore saya mengikuti acara hari pertama dari 2 hari pembekalan, sebagai salah satu proses yang harus dilalui di kampus. Langkah awal menuju acara selanjutnya di kotamu pertengahan tahun ini, insya Allah.

Isi presentasi berhubungan dengan UU, pendidikan di kampus, penilaian angka kredit, dst. Di sini para pembicara mengiming-imingi orang baru seperti saya dengan gaji, tunjangan, jabatan, dan lain-lain, supaya dapat bekerja lebih giat dan melakukan kewajiban yang perlu ditunaikan.

Memang beliau-beliau mengatakan “itu bukan yang utama”, tetapi kok saya melihat sebaliknya ya? :d Mungkin saya skeptis, tapi ya tak apa lah. Semoga saya salah.

Karir Karier. Selain dengan iming-iming yang saya sebutkan tadi, para pembicara menyebutkan tentang kata ini. Sebagian menceritakan sejarah karir kariernya sebagai contoh.

Tak tahu kenapa saya kok tak begitu suka mendengar kata karir “karier” di acara tersebut. Apa sih karier itu? kenapa orang mempedulikannya?

Karir Karier seperti tangga yang mempunyai anak tangga. Kenapa kita mempedulikan tangga dan anaknya? Bukankah kita nantinya kalau memang membutuhkan jangkauan atap yang lebih tinggi misal untuk memperbaiki sesuatu, kita perlu naik ke anak tangga berikutnya?

Maksud saya, memikirkan atau merencanakan tangga dan bagaimana sampai ke anak tangga paling puncak sangatlah tidak etis pantas, jika memang belum diperlukan.

Saya khawatir jika kita memikirkannya terlalu dini dengan cara pandang yang sempit, kita akan menjadi “budak karir karier.” Tujuan hidup dan bekerja menjadi rusak.

Jadi, mari luruskan niat dan beraktivitas secara alami. Junjung tinggi nilai-nilai yang luhur, bukan hal-hal yang bisa terbawa kabur.

Iklan

4 thoughts on “Karier

  1. za berkata:

    Kesalahan ejaan yang sering: “Karier” bukan “Karir” ;-) Kalau kata ReneCC, “Your job isn’t your career”, Wan. Menurutku sekarang sudah ada pergeseran makna karier.

    Itu kotamu maksudnya apa, Wan?

  2. Makasih zak, sudah diperbaiki

    Kalimat yang ada kotamu itu sebenarnya tambahan, dan bisa saja terbitan ini ditujukan bagi orang yang merasa di-mu-kan :D

  3. za berkata:

    Pake strikethrough dong, jadi terlihat revisinya ;-)

    Pulang ke kotamu, ada sejuta rindu dalam hati. Masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku …. (tebak lagu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s