Saling Merawat

Berikut sebuah dialog antara seorang Ibu (I) dan anak muda (A) di sebuah pagi menjelang dhuhur, melalui telepon.

I: Sudah makan belum?
A: Belum Bu. Sebentar lagi.
I: Makanya nikah, jadi sudah sarapan.
A: Kalau nikah itu ada yang menyiapkan, Bu?
I: Iya. Ada yang merawat.
A: Masa cuma itu alasan kenapa kita menikah?
I: Ya itu salah satunya. Yang lain banyak sekali (keutamaannya.)
A: Hmm. Mungkin (maksudnya) nikah itu saling merawat ya Bu?
I: Iya, saling merawat.

Hihi. Sekedar berbagi, karena dialog ini lucu, paling tidak menurut saya. Orang berkata kalau menikah itu ada yang menyiapkan segalanya, seolah-olah. Ada yang membantu.

Saya setuju dengan dialog yang memunculkan kalimat “saling merawat”. Itu adalah istilah yang cukup bagus dan seimbang.

Bukan hanya satu sisi tapi dua sisi. Bukan satu arah, tapi dua arah. Saling merawat, saling membantu, saling melengkapi, dan saling yang lainnya.

Iklan

One thought on “Saling Merawat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s