Ego

Ego katanya berarti diri. Mungkin bermakna fokus pada diri sendiri, bisa saja ego adalah teman istilah yang bernama individual.

Ada lagi yang namanya prinsip, prinsip hidup lah, prinsip pribadi lah, …, silakan diteruskan.

Menurut saya, ingat menurut saya lho, kata ‘prinsip’ dalam kalimat “maaf prinsip kita beda” adalah sebuah pernyataan ego, individual, dan tidak melihat kemaslahatan masyarakat aka kepentingan umum.

Kita diajarkan oleh filosofi bangsa ini bahwa “kita harus menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi atau golongan”. Nah!

Memang benar bahwa manusia selalu punya ego, tidak dipungkiri. Tapi, saya kira untuk menjadi dewasa, ego itu akan semakin mengecil, secara alami.

Contoh kasus, dalam sebuah tim yang terdiri dari dua (2) orang dan salah satu dari mereka memiliki kemampuan bagus dalam apa yang dikerjakan.

Sebagai orang yang tercanggih, walau cuma mengalahkan satu orang dalam tim, orang tersebut harus melakukan segalanya, kalau bisa semuanya harus dikendalikan, dirancang, diblabla sendiri.

Orang lain hanyalah pemanis belaka, boneka pajangan, layaknya para pembicara yang dipajang sebelum sesinya dimulai.

Orang yang pintar ini dapat dibilang mempunyai ego besar, dia tak mau kemampuannya dianggap remeh dan tak sudi jika pekerjaannya tak sempurna.

Dalam konteks tim, hal ini tak boleh terjadi, semua yang tergabung di dalam tim perlu bergerak sebagai tim, bukan individu. Tentu saja ego perlu dikecilkan. Dan ini butuh pengalaman dan latihan.

Setelah dipikir-pikir pun, secara objektif dan terbuka, apa guna kita melakukan semuanya sendiri? bukankah nanti kita yang capek sendiri? kenapa kita tak memberikan kesempatan orang untuk belajar dan berkontribusi? kapan orang lain dapat sejajar dengan kita jika pendapat atau aksinya tak dipedulikan?

Manfaat dari ego ternyata hanya untuk diri sendiri, satu orang, padahal ada puluhan, ratusan, bahkan jutaan (lebay) orang yang ingin diberi kesempatan untuk berusaha, berkarya, dst.

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat. Saya lupa ini kutipan hadits atau apa.

Pun jika orang lain melakukan kesalahan, itu sebagai pelajaran bagi dia. Tersenyumlah karena kita menjadi pembelajar dan membuat orang lain belajar.

Lambat laun kita dan banyak orang akan berkembang bersama. Saling mengisi dan mewarnai (bukan lomba!).

Kembali. Pemilik tubuh yang namanya manusia, yang sudah (semakin) dewasa, sudah hampir tidak akan mempedulikan lagi akan diri alias egonya, karena apa?

Karena yang diutamakan adalah kemaslahatan umat, orang lain, manfaat berskala besar. Yang artinya bagi orang beriman adalah pahala aka sangu kembali ke kampung kita yang sebenarnya.

Memang susah melakukannya! tapi suatu saat jika kita sudah menjadi dewasa, bukan tua lho, kita akan memahami bahwa ego itu akan mengecil begitu saja. Percayalah *sok*

Iklan

One thought on “Ego

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s