Jiwa dan Topeng

Setiap saya hadir di manapun, selalu saja ada orang yang melihat saya dengan penuh pertanyaan. Saya dapat mendeteksinya dari raut muka mereka. Tidak ada yang salah dengan mereka. Mereka punya mata yang memang digunakan untuk melihat.

Mungkin salah saya, tidak menggunakan topeng atau sarung tangan, layaknya V dalam film V for Vendetta.

Orang akan bertanya-tanya pada fisik yang mereka lihat, padahal kita adalah jiwa-jiwa yang terjebak dalam tubuh yang kian reyot.

Kita tahu bahwa sakit bisa terjadi di bagian mana pun, tapi tentulah banyak orang akan lebih memilih sakit di dalam fisik yang terlihat bagus dari luar.

Seperti topeng yang setiap saat kita pakai untuk menutupi diri kita yang sebenarnya.

Iklan

4 thoughts on “Jiwa dan Topeng

  1. za

    Maksud e sakit mental Wan? Yay, orang pengennya gak sakit atuh Wan. Biasanya baru kerasa nikmat sehat saat sudah sakit.

    *Buka dulu topengmu* Menurutku “topeng” ini erat juga kaitannya dengan kultur.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s